TIMIKA – jurnalpapua.id
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang pria di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah anak panah tertancap di sekujur tubuhnya. Peristiwa tersebut mengundang perhatian luas masyarakat dan kini tengah ditangani oleh Polres Mimika.
Dalam keterangannya kepada awak media di Mapolres Mimika, Mile 32, Minggu (2/8/2026), Kapolres memastikan seluruh pelaku akan diburu dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya tidak ada negosiasi-negosiasi. Saya tangkap pelakunya. Buat saya tidak ada toleransi terhadap kasus pembunuhan,” tegas AKBP Alredo Rumbiak.
Kapolres menilai kondisi korban yang dipenuhi luka anak panah menunjukkan tindakan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.
“Lihat kondisi korbannya. Ini kelakuan biadab, berarti ada kekejian di sana. Buat saya tidak ada toleransi, tangkap semua pelakunya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan adat maupun budaya yang dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan pembunuhan ataupun aksi balas dendam. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.
“Tidak ada istilah karena adat harus balas. Itu namanya main hakim sendiri. Ini negara hukum. Jangan selalu sebut-sebut adat, itu tidak bisa. Hukum harus ditegakkan,” katanya.
Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pihak-pihak yang terlibat konflik, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Ia meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang bertanggung jawab.
“Masyarakat jangan mengambil tindakan sendiri. Sudah terlalu lama kalian berperang. Percayakan kepada kami, polisi. Kami akan tangkap pelakunya. Saya tidak ada toleransi terhadap tindakan seperti ini,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang pria ditemukan meninggal dunia di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Korban ditemukan dengan puluhan anak panah menancap di sekujur tubuhnya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Mimika masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas seluruh pelaku serta motif di balik pembunuhan tersebut.(**)







































Discussion about this post