TIMIKA, jurnalpapua.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika membentuk forum kerja sama lintas sektor untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan ketika terjadi bencana di wilayah Mimika.

Forum tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, instansi teknis, organisasi kemanusiaan, lembaga adat hingga relawan. Pembentukan forum dilakukan melalui kegiatan kerja sama antarlembaga dan kemitraan dalam penanggulangan bencana yang digelar di Hotel Serayu, Timika, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan BPBD seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, tepat dan terkoordinasi.
“Koordinasi harus satu pintu melalui BPBD agar penanganan berjalan efektif. Dengan kerja sama lintas sektor, kita bisa lebih siap siaga menghadapi kemungkinan bencana,” kata Agustina, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk memperjelas tugas dan peran setiap instansi maupun organisasi, baik pada tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Dengan koordinasi yang terbangun sejak awal, kata Agustina, seluruh unsur dapat bergerak secara terpadu ketika terjadi bencana sehingga tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun hambatan dalam pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Sejumlah instansi dan organisasi yang dilibatkan antara lain Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PLN, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), SAR, BMKG, lembaga adat serta unsur relawan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Logistik dan Sarana Prasarana BPBD Provinsi Papua, Supanto, SE, M.Si, sebagai narasumber. Selain itu, materi juga disampaikan Plt Kepala BPBD Mimika Agustina Rahaded dan Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mimika, Lefinus Siahaya.

Para peserta mendapat pembekalan mengenai mekanisme penanggulangan bencana, pembagian peran serta pola koordinasi antarlembaga ketika menghadapi situasi darurat.
BPBD Mimika menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi pemerintah, aparat keamanan, instansi teknis, lembaga kemanusiaan, lembaga adat dan masyarakat dinilai penting untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih kuat di Kabupaten Mimika.

Forum lintas sektor tersebut juga diharapkan tidak hanya aktif ketika bencana terjadi, tetapi menjadi wadah komunikasi dan koordinasi yang berjalan secara berkelanjutan untuk memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Mimika.(**)









































Discussion about this post