TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pembangunan sekitar 2.000 sambungan rumah (SR) air bersih pada tahun ini sebagai bagian dari perluasan layanan kepada masyarakat. Program tersebut akan memanfaatkan hibah jaringan pipa distribusi air bersih dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diserahkan di Mile Point 34, Distrik Kuala Kencana, Kamis, 9 Juli 2026.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan hibah tersebut diprioritaskan untuk memperluas jaringan distribusi ke wilayah yang selama ini belum memperoleh layanan air bersih secara optimal.
“Pada tahun ini kami menargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah baru. Ke depan, cakupan layanan akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menikmati akses air bersih,” kata Johannes kepada wartawan usai serah terima hibah pipa.
Menurut Johannes, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan pembentukan perusahaan umum daerah (Perumda) air minum yang akan mengelola layanan air bersih secara profesional, mulai dari aspek manajemen hingga operasional teknis.
Ia mengatakan kajian serta penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan daerah air minum yang dinilai berhasil di berbagai daerah telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembentukan badan usaha tersebut.
“Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan air yang modern dan terintegrasi,” ujarnya.
Johannes juga mengimbau masyarakat menjaga fasilitas air bersih yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Saya minta masyarakat menjaga semua fasilitas air bersih yang dibangun, jangan dirusak supaya masyarakat bisa menikmati air bersih dengan baik,” katanya.
Direktur Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengatakan hibah infrastruktur itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Mimika.
Menurut Claus, jaringan air bersih yang telah dibangun saat ini melayani sekitar 14.000 sambungan rumah. Dengan tambahan pembangunan pada tahun ini, jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 16.000 sambungan.
“Kami berharap proses distribusi air bersih ini dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera menikmati layanan air bersih yang layak,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, PTFI juga memberikan pendampingan teknis melalui pemantauan kualitas air secara berkelanjutan. Pengujian dilakukan terhadap tingkat keasaman (pH), kekeruhan, hingga parameter mikrobiologi dan kimia untuk memastikan air yang disalurkan memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyebut hibah tersebut sebagai contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mempercepat penyambungan jaringan agar infrastruktur yang tersedia segera dimanfaatkan secara optimal.
Ia menambahkan, pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan jaringan pipa karena sebagian jalur distribusi melintasi kawasan permukiman.
“Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami manfaat program ini sehingga pemasangan jaringan dapat berjalan lancar,” kata Yoga.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap sinergi dengan PTFI dapat mempercepat pemerataan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.(**)






































Discussion about this post