TIMIKA, jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi.
Kali ini, edukasi kesehatan reproduksi menyasar masyarakat Distrik Mimika Timur melalui seminar bertema “Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan dan Mencegah Kematian Ibu dan Bayi”, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat yang berasal dari lima kampung dan satu kelurahan di wilayah Distrik Mimika Timur.
Seminar menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Leonard Pardede, Sp.OG., Subsp. Obginsos (K), dan Nelly Pangaribuan, S.Tr.Keb., M.K.M sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa keselamatan ibu dan bayi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Keluarga dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting untuk mengenali perubahan atau tanda bahaya selama masa kehamilan.
Deteksi sejak dini dinilai penting agar ibu hamil yang mengalami kondisi berisiko dapat segera dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum terjadi komplikasi yang mengancam keselamatan ibu maupun janin.
Sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian antara lain tekanan darah tinggi, anemia, diabetes serta penyakit penyerta lainnya yang dapat meningkatkan risiko selama kehamilan.
Masyarakat juga didorong untuk tidak menunggu kondisi ibu memburuk sebelum mencari pertolongan.
Kenali Tanda Bahaya Kehamilan
Selain faktor risiko, peserta diperkenalkan dengan sejumlah tanda bahaya selama kehamilan yang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan sesegera mungkin.
Di antaranya perdarahan, sakit kepala berat atau gangguan penglihatan, pembengkakan yang tidak biasa, demam tinggi, kejang, nyeri perut hebat, keluarnya cairan sebelum waktunya, serta berkurangnya gerakan janin.
Ibu hamil yang mengalami kondisi tersebut perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan tidak hanya mengandalkan penanganan di rumah.
Pemeriksaan kehamilan secara teratur juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mengetahui perkembangan ibu dan janin sekaligus mendeteksi lebih awal kemungkinan adanya komplikasi.
Keluarga, terutama suami, diharapkan ikut memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin serta menyiapkan kebutuhan persalinan, termasuk transportasi apabila sewaktu-waktu diperlukan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Masyarakat Jadi Bagian dari Upaya Pencegahan
Seminar tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kader kesehatan, serta pemerintah kampung dan kelurahan dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada warga.
Edukasi dinilai tidak boleh berhenti setelah seminar selesai. Pengetahuan mengenai kehamilan berisiko dan tanda bahaya diharapkan diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dengan semakin banyak warga memahami risiko kehamilan, keterlambatan mengambil keputusan, mencari pertolongan, maupun membawa ibu ke fasilitas kesehatan diharapkan dapat diminimalkan.
Komitmen bersama tersebut menjadi penting karena setiap tanda bahaya yang diketahui lebih awal memberikan peluang lebih besar bagi tenaga kesehatan untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Mimika Timur diharapkan menjadi bagian dari garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu hamil dan bayi, mulai dari keluarga hingga lingkungan kampung.
Pesan yang ditekankan sederhana, yakni jangan mengabaikan tanda bahaya kehamilan, jangan menunda mencari pertolongan, dan pastikan setiap ibu mendapatkan pelayanan kesehatan serta persalinan yang aman.(**)








































Discussion about this post