TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah pengendalian menyusul meningkatnya kasus malaria di daerah tersebut. Bupati Mimika Johannes Rettob menginstruksikan Dinas Kesehatan segera melakukan fogging atau pengasapan di wilayah yang dinilai membutuhkan.
Instruksi itu disampaikan di tengah peningkatan kasus malaria dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama saat Mimika menghadapi kondisi musim kemarau.
Johannes mengatakan, pelaksanaan fogging akan dilakukan secara terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk melaksanakan fogging nyamuk,” kata Johannes.
Ia meminta para kepala distrik berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kampung untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan penanganan.
Laporan maupun usulan dari masyarakat, kata dia, dapat disampaikan melalui pemerintah kampung, kelurahan hingga distrik untuk selanjutnya diteruskan kepada Dinas Kesehatan Mimika.
Menurut Johannes, pemerintah akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan petugas ke titik-titik yang dinilai membutuhkan fogging.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan populasi nyamuk dan mencegah penyebaran malaria di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Namun, pemerintah juga meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging. Warga diimbau aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memperhatikan tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.
Johannes berharap keterlibatan pemerintah hingga tingkat kampung, bersama partisipasi masyarakat, dapat memperkuat upaya pencegahan dan menekan penyebaran malaria di Kabupaten Mimika. (**)








































Discussion about this post