TIMIKA, jurnalpapua.id
Dua dari sembilan perempuan yang sebelumnya dilaporkan disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil melarikan diri. Namun, satu di antaranya ditemukan meninggal dunia setelah lolos dari kelompok tersebut.
Keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, kedua perempuan itu masing-masing Yosina Senawatme dan Demerina Uamang. Mereka ditemukan masyarakat di kawasan Gunung Bela, Distrik Alama.
Demerina ditemukan dalam kondisi sadar dan selamat. Sementara Yosina ditemukan meninggal dunia.
Setelah ditemukan, keduanya dievakuasi masyarakat menuju Kampung Bela, Distrik Alama. Berdasarkan koordinasi dengan keluarga, mereka kemudian diminta dibawa menuju Distrik Jila.
Jilame, yang berbicara mewakili keluarga korban, membenarkan dua perempuan tersebut berhasil keluar dari penguasaan kelompok bersenjata.
Ia mengatakan jenazah Yosina selanjutnya telah dikremasi sesuai prosesi adat.
Jilame juga membantah pernyataan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, yang sebelumnya menyebut sembilan perempuan tersebut mengikuti kelompok secara sukarela.
Menurut keluarga, para perempuan itu justru dibawa secara paksa.
“Pernyataan bahwa mereka ikut berjuang itu bohong. Mereka dipaksa ikut kelompok tersebut,” kata Jilame.
Pihak keluarga mendesak kelompok bersenjata segera membebaskan perempuan lain yang hingga kini disebut masih berada dalam penguasaan mereka.
Jilame juga menyampaikan ancaman bahwa keluarga dapat melakukan aksi balasan terhadap warga asal Nduga di Timika apabila para sandera tidak segera dikembalikan.
“Kami meminta supaya para sandera dibebaskan. Kalau tidak, pihak keluarga akan melakukan hal yang sama di Timika,” tegasnya.
Pernyataan tersebut merupakan sikap pihak keluarga dan belum mendapat tanggapan dari aparat keamanan.
Hingga Rabu (9/9/2026), informasi mengenai keberhasilan dua perempuan meloloskan diri, termasuk penyebab meninggalnya Yosina Senawatme, masih menunggu verifikasi resmi dari kepolisian.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak belum memberikan keterangan terkait perkembangan tersebut meski upaya konfirmasi telah dilakukan.
Sebelumnya, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda mengatakan penanganan kasus dugaan penyanderaan di Distrik Jila masih berlangsung.
Aparat keamanan terus melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi mengenai keberadaan serta kondisi sembilan perempuan yang sebelumnya dilaporkan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
Dengan ditemukannya dua perempuan tersebut, perhatian kini tertuju pada keberadaan korban lainnya yang masih belum diketahui secara pasti. Aparat dan keluarga masih menunggu informasi lanjutan terkait kondisi serta upaya pembebasan mereka. (**)









































Discussion about this post