WAMENA, jurnalpapua.id
Upaya pengawasan terhadap barang yang masuk melalui jalur udara kembali dilakukan oleh aparat keamanan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Sebuah paket mencurigakan yang dikirim melalui jalur kargo berhasil diamankan setelah melalui proses pemantauan dan pemeriksaan oleh petugas gabungan, Selasa (22/9/26).
Paket tersebut diketahui dikirim dari Sentani menuju Wamena menggunakan layanan kargo Trigana Air dengan nomor resi STNP26116827. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang berupa satu pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, optik teleskop, peredam, pisau karambit, bendera Bintang Kejora, pakaian loreng, serta tiga unit telepon genggam.
Pemilik paket diketahui bernama Weminus Wandik (28), warga Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia diamankan oleh personel Satgas Pasgat Pos Wamena bersama aparat Polsek KP3 Bandara Wamena untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (21/9/2026), saat petugas Satgas Yon 462 Pasgat Pos Jayapura bersama petugas keamanan penerbangan (AVSEC) melakukan pemeriksaan melalui mesin X-Ray di Gudang Cargo Bandara Sentani. Dari pemeriksaan itu, ditemukan satu paket yang dinilai mencurigakan karena berisi sejumlah barang yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pengelola kargo bandara serta menelusuri informasi terkait pengiriman paket tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, paket tetap dikirim menuju Wamena dengan pengawasan aparat melalui mekanisme pengiriman terkontrol.
Pada Selasa pagi (22/9/2026), paket tersebut tiba di Gudang Cargo Trigana Air Bandara Wamena. Tidak lama kemudian, pemilik paket datang mengambil barang kirimannya. Saat proses pengambilan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan barang-barang yang sebelumnya telah terdeteksi melalui pemeriksaan awal.
Komandan Pos Pasgat Wamena Letda Pas Fajar Sari Santoso, menyampaikan bahwa langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat serta memastikan jalur transportasi udara tetap aman dari pengiriman barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Pengamanan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan wilayah. Setiap temuan akan ditangani sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Danpos Pasgat.
Seluruh barang bukti bersama pemilik paket kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, termasuk menelusuri asal-usul barang, tujuan penggunaan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan pengiriman tersebut.
Kopasgat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan jalur transportasi umum untuk mengirimkan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban.
Sinergi antara petugas bandara, aparat keamanan, kepolisian, serta masyarakat dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Papua Pegunungan.(**)









































Discussion about this post