INTAN JAYA, jurnalpapua.id
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin langsung pemantauan udara sekaligus upaya pengejaran terhadap sisa kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih bersembunyi di sejumlah wilayah pedalaman Papua, termasuk Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto didampingi Kepala Staf Kogabwilhan (Kaskogab) Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto menggunakan dua helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara untuk memantau pergerakan kelompok bersenjata di kawasan hutan, perbukitan, dan lembah.
Pemantauan udara tersebut merupakan bagian dari upaya Kogabwilhan III memperkuat pengamanan wilayah serta menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat Papua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan damai.
Intan Jaya menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus menyusul insiden kontak senjata pada 25 September 2026. Saat itu, personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari Badan Intelijen Negara (BIN), aparat TNI melakukan operasi di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok tersebut. Dalam peristiwa itu, empat anggota OPM dilaporkan tewas.
Selain melakukan pemantauan udara, Pangkogabwilhan III juga mengunjungi sejumlah pos keamanan Satgas TNI Koops Habema yang tersebar di titik-titik strategis di wilayah Intan Jaya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada prajurit sekaligus menyerahkan penghargaan atas dedikasi dan prestasi personel dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat.
Di sejumlah pos, Kogabwilhan III juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi pentingnya menjaga perdamaian di Papua. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari makan bersama masyarakat, pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, pembagian sembako hingga pemberian hewan ternak untuk dikembangkan masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan sosial dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Melalui pendekatan tersebut, TNI berharap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong anggota dan simpatisan OPM untuk meninggalkan aktivitas kelompok bersenjata dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di sisi lain, Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Prajurit TNI, menurutnya, akan mengambil tindakan tegas dan terukur apabila diperlukan, dengan tetap berpedoman pada hukum, peraturan perundang-undangan serta Rules of Engagement (ROE).
Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua. Prinsip tersebut sejalan dengan semboyan Salus Populi Suprema Lex Esto, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.(**)


























































Discussion about this post