TIMIKA, jurnalpapua.id
Rencana pembangunan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika belum dapat dilaksanakan karena terkendala persoalan status lahan yang hingga kini belum tuntas.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Firom Mom Balinal, mengatakan persoalan lahan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terus menjadi kendala setiap kali pemerintah hendak melakukan pembangunan.
“Status tanah ini pemerintah juga belum jelas, apakah milik pemerintah atau masyarakat. Setiap mau bangun, masyarakat datang melakukan pemalangan,” kata Firom saat ditemui wartawan di Gedung DPRK Mimika, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, masyarakat yang mengklaim lahan tersebut meminta agar persoalan pembayaran tanah diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan dilaksanakan.
Firom mengaku telah melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk mencari jalan keluar. Namun, ia tidak menyebutkan nilai pembayaran yang diminta.
“Masyarakat sudah sepakat harus dibayar dulu baru bisa bangun. Sekarang saya sedang melakukan pendekatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memiliki dua pilihan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, yakni menyelesaikan pembayaran lahan sesuai ketentuan yang berlaku atau mencari lokasi baru untuk pembangunan gedung.
“Dua kemungkinan, apakah persoalan pembayaran ini diselesaikan atau lebih baik kita cari lokasi baru,” katanya.
Sementara dari sisi pengadaan, proses tender pembangunan gedung tersebut telah berjalan dan pemenang telah ditetapkan. Namun pekerjaan belum dapat dimulai karena persoalan lahan belum diselesaikan.
“Pelelangan sudah jalan, sudah ada pemenangnya. Kalau masalah tanah sudah selesai, pekerjaan tinggal jalan,” jelas Firom.
Dengan waktu pelaksanaan anggaran 2026 yang semakin terbatas, Firom menyebut pembangunan tersebut berpotensi ditunda hingga tahun depan apabila penyelesaian lahan tidak segera mendapat kepastian.
“Waktunya sudah mepet, jadi kemungkinan dibawa ke tahun depan. Yang penting harus ada solusi yang baik dulu, supaya siapa pun yang menjadi kepala dinas nanti tidak terus menghadapi masalah yang sama,” pungkasnya.(**)








































Discussion about this post