TIMIKA, jurnalpapua.id
Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme, S.AB, mendukung penuh upaya aparat keamanan untuk menyelamatkan tujuh perempuan yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya setelah dilaporkan menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ester mengecam keras tindakan terhadap para perempuan tersebut. Menurutnya, para korban merupakan warga sipil yang tidak bersalah dan seharusnya tidak menjadi sasaran dalam konflik bersenjata.
“Saya mengecam keras aksi terkutuk ini. Mereka ini perempuan-perempuan yang tidak bersalah. Mereka masyarakat sipil dan harus diselamatkan,” kata Ester.
Sebagai perempuan Amungme yang duduk di DPRK Mimika melalui jalur pengangkatan atau kursi khusus, Ester mengaku terpanggil untuk menyuarakan keselamatan para korban karena seluruh warga yang dilaporkan disandera merupakan perempuan.
Menurut Ester, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut keamanan, tetapi juga kemanusiaan dan perlindungan terhadap perempuan.
“Saya sebagai perempuan Amungme, apalagi duduk di DPRK Mimika dari jalur khusus, merasa terpanggil untuk bicara. Korban semuanya perempuan. Kita tidak boleh diam melihat perempuan-perempuan kita berada dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Ester berharap aparat TNI-Polri bersama seluruh unsur terkait terus mengupayakan pencarian dan penyelamatan tujuh korban yang keberadaannya masih belum diketahui.
Ia memahami operasi penyelamatan tidak mudah karena medan di wilayah Jila dan sekitarnya sangat sulit dijangkau serta terisolasi.
“Saya berharap tujuh korban yang masih berada di sana bisa diselamatkan. Kami memahami aparat menghadapi medan yang sangat sulit dan terisolasi, tetapi keselamatan mereka harus terus diperjuangkan,” katanya.
Ester juga berharap seluruh pihak yang memiliki akses komunikasi maupun pengaruh di wilayah tersebut ikut membantu agar para perempuan yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata dapat kembali kepada keluarga dengan selamat.
Sebelumnya, sembilan perempuan dilaporkan disandera kelompok bersenjata di wilayah Jila sejak Agustus 2026. Polisi sebelumnya membenarkan menerima laporan mengenai sembilan perempuan, termasuk anak-anak, yang diduga disandera.
Dalam perkembangan selanjutnya, dua dari sembilan perempuan tersebut ditemukan. Yosina Tsenawatme ditemukan meninggal dunia, sedangkan Demerina Uamang berhasil selamat dan kemudian dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga 16 September 2026, aparat menyatakan tujuh korban lainnya masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.(**)








































Discussion about this post