TIMIKA, jurnalpapua.id
Partai Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di Kabupaten Mimika pada Pemilu 2029. Golkar mematok target 10 kursi di DPRK Mimika, tiga kursi di tingkat Provinsi Papua Tengah, serta satu kursi DPR RI.
Target tersebut disampaikan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Tengah, Willem Wandik, usai Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Mimika di Hotel Cartenz, Timika, Sabtu (19/9/2026). Musda tersebut menetapkan Trifena M. Tinal sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Mimika periode 2026–2031.
Willem mengatakan, target tersebut akan dikejar melalui konsolidasi organisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kepengurusan partai hingga kelompok-kelompok masyarakat.
“Target kita ke depan 10 kursi, tiga di provinsi, satu di pusat. Kita harus bekerja karena Timika ini basis suara Golkar,” kata Willem.
Menurutnya, Mimika merupakan salah satu wilayah yang memiliki basis dukungan penting bagi Golkar di Papua Tengah. Karena itu, setelah Musda, konsolidasi akan terus dilanjutkan hingga tingkat distrik dan masyarakat.
“Kita akan kerja terus. Konsolidasi hari ini selesai, nanti ke depan akan Musda lagi di tingkat komisariat-komisariat, lalu konsolidasi di tingkat masyarakat dan kelompok-kelompok,” ujarnya.
Willem menegaskan Golkar harus terus membangun komunikasi dengan masyarakat karena keberadaan dan kekuatan partai, menurut dia, bergantung pada kepercayaan yang diberikan pemilih.
“Golkar ini adalah rumah kita semua. Golkar ini milik rakyat, bukan satu orang punya. Kalau rakyat tidak ada, maka Golkar tidak ada,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Mimika yang selama ini memberikan dukungan kepada Golkar, termasuk masyarakat Amungme, Kamoro, kelompok tujuh suku serta masyarakat Nusantara yang berada di Mimika.
“Kami ada di sini karena rakyat Mimika. Terima kasih kepada masyarakat Mimika, masyarakat Nusantara, Amungme, Kamoro sampai tujuh suku yang ada di sini yang memberikan dukungan kepada kami di Golkar,” ujarnya.
Menghadapi Pemilu 2029, Willem mengatakan Golkar akan terus melakukan pembenahan dan memperkuat struktur serta kader partai. Konsolidasi dengan masyarakat juga akan menjadi bagian dari upaya mempertahankan dan meningkatkan dukungan terhadap Golkar.
Ia menilai masih cukup waktu bagi partai untuk mempersiapkan diri sebelum Pemilu 2029 sehingga penguatan organisasi akan dilakukan secara bertahap.
“Golkar juga ingin bertahan. Sambil jalan kita terus konsolidasi dengan masyarakat bahwa kami juga ada,” pungkasnya.(**)








































Discussion about this post