NABIRE, jurnalpapua.id
Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto melakukan kunjungan kerja ke Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdivif 3 Kostrad didampingi Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 20/IJK/3 Kostrad Letkol Inf Asis Kamaruddin bersama rombongan.
Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi satuan serta kesiapan personel dan materiil Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad. Pangdivif juga memberikan pengarahan kepada prajurit dan anggota Persit di satuan tersebut.
Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto menekankan kepada seluruh prajurit agar memahami dan menguasai karakteristik wilayah tempat bertugas, khususnya Kabupaten Nabire yang memiliki kondisi dan tipologi wilayah berbeda dengan daerah lainnya.
“Tetaplah tersenyum dan semangat dalam melaksanakan tugas. Kuasai wilayah dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Pangdivif juga meminta prajurit menjaga kehormatan diri dan nama baik satuan dengan menghindari segala bentuk pelanggaran. Setiap prajurit, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan yang diberikan negara dan satuan.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap bahaya narkotika dan judi online. Prajurit diminta membentengi diri dan keluarga dari aktivitas yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun kedinasan.
“Jangan pernah berpikir bahwa judi online akan memberikan keuntungan. Bentengi diri dari segala bentuk pelanggaran,” tegasnya.
Selain itu, prajurit diminta mengelola keuangan secara bijak dan tidak membiasakan diri berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak penting. Mereka juga diingatkan untuk hidup sesuai kemampuan serta mengatur penghasilan secara bertanggung jawab.
Dalam aspek kesiapan operasional, Pangdivif menegaskan pentingnya penguasaan senjata dan pemeliharaan materiil inventaris satuan. Setiap prajurit harus memahami persenjataan yang digunakan serta memastikan seluruh materiil tetap dalam kondisi siap operasional.
Prajurit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran serta terus membangun komunikasi dan hubungan baik dengan satuan TNI maupun Polri di wilayah Nabire.
“Selalu jaga nama baik satuan. Saya bangga saat tiba di satuan ini karena saya merasa berada di tengah-tengah keluarga sendiri,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Tradisi Pembaretan dan Penerimaan Warga Baru. Tradisi itu meliputi penyematan baret, makan sirih pinang, penandatanganan buku Korps Raport, penciuman lambang satuan serta pengucapan pernyataan resmi.
Kedatangan Pangdivif dan rombongan sebelumnya diawali dengan berjalan bersama prajurit dari Gapura Patung Arvita menuju Gapura Utama Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad. Rombongan kemudian disambut penghormatan jajar dan tarian adat Papua.
Dalam arahannya kepada prajurit yang resmi menjadi bagian dari satuan, Pangdivif mengingatkan agar semangat sebagai Prajurit Cakra Kostrad diwujudkan melalui profesionalisme, disiplin dan tanggung jawab dalam setiap penugasan.
Pangdivif juga menyinggung kehidupan keluarga prajurit. Ia meminta setiap prajurit menjaga keharmonisan rumah tangga, sementara anggota Persit diharapkan terus memberikan dukungan kepada suami sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Ketua Persit KCK Koorcab Divif 3 PG Kostrad Ny. Vitri Dian Rizki yang turut dalam kunjungan tersebut juga meninjau KB Kartika IX-57 dan TK Kartika IX-57 Koordinator 753 Divif 3 Cabang IX Kostrad.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Pangdivif 3 Kostrad dan Ketua Persit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kemudian peninjauan perumahan dan asrama Yonif 753/AVT/20/3 Kostrad.
Mengakhiri kunjungannya, Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto berpesan kepada seluruh prajurit untuk terus memberikan pengabdian terbaik.
“Berbuat terbaik adalah ciri Prajurit Kostrad. Terus rendah hati dan diandalkan dalam tugas,” pesannya.
Sementara Ny. Vitri Dian Rizki berpesan kepada anggota Persit agar terus mendampingi keluarga dan memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas.
“Jadilah istri yang tulus mendampingi, ibu yang penuh kasih dan Persit yang menginspirasi,” ujarnya.(**)









































Discussion about this post