TIMIKA, jurnalpapua.id
Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Mimika menggelar pra musyawarah sebagai tahapan persiapan musyawarah pemilihan pengurus periode 2026-2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Tongkonan, Timika, Sabtu (24/10/2026), dengan menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kedewasaan dalam berorganisasi.
Ketua Panitia Pra Musyawarah IKT Mimika, Piter Rada, SH, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk mempersiapkan pelaksanaan musyawarah IKT yang akan datang.
Menurutnya, pra musyawarah bukan sekadar forum pertemuan, melainkan kesempatan bagi seluruh keluarga besar Toraja di Mimika untuk menyatukan pandangan dan memperkuat kekompakan dalam organisasi.
Panitia, kata Piter, telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pengurusan administrasi, penyusunan agenda, koordinasi dengan pihak terkait, hingga pemenuhan kebutuhan teknis kegiatan.
Ia berharap seluruh rangkaian musyawarah nantinya dapat berlangsung dengan baik, dalam suasana kekeluargaan dan saling menghormati.
“Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkaya pemikiran dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam laporan panitia.
Piter juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara pribadi maupun melalui persekutuan-persekutuan, sehingga persiapan kegiatan dapat terlaksana.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Toraja untuk terus menjaga semangat Sangtorayaan dengan saling mendukung, menghormati, dan bersama-sama membangun IKT Mimika menjadi organisasi yang semakin baik.
Sementara itu, Ketua IKT Mimika, Yusuf Rombe Pasarrin, S.Ak, dalam sambutannya menegaskan bahwa pra musyawarah merupakan momentum penting untuk menyatukan pandangan, menampung aspirasi, mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta merumuskan pokok-pokok pembahasan menjelang musyawarah utama.
Ia menekankan bahwa IKT merupakan wadah pemersatu seluruh keluarga Toraja yang berada di Kabupaten Mimika. Karena itu, organisasi harus dijaga dan dibangun bersama dengan mengedepankan semangat persaudaraan, gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurut Yusuf, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur masyarakat Toraja harus diwujudkan dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat, bukan hanya menjadi kebanggaan identitas.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan kepentingan organisasi dan keluarga besar IKT di atas kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan itu hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperkaya gagasan dan menghasilkan keputusan yang lebih baik,” demikian inti pesan Yusuf dalam sambutannya.
Yusuf berharap pra musyawarah tersebut dapat menghasilkan pokok-pokok pikiran dan kesepakatan konstruktif sebagai bekal pelaksanaan musyawarah IKT Mimika.
Ia mengajak seluruh peserta berpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat secara bijaksana, serta menjaga suasana demokratis dan penuh kekeluargaan selama proses musyawarah berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun sejarah IKT Mimika yang telah mengerjakan dokumentasi sejarah berdirinya organisasi tersebut. Ia menyebut penyusunan sejarah itu telah direncanakan dan dinantikan selama kurang lebih dua tahun.
Apresiasi juga disampaikan kepada tim penyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKT Mimika yang menjadi bagian penting dalam memperkuat landasan organisasi.
Melalui pra musyawarah ini, IKT Mimika diharapkan semakin solid, mampu menjaga persatuan keluarga besar Toraja, serta berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat dan pembangunan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemaparan sejarah terbentuknya IKT Kabupaten Mimika oleh tim perumus yang telah dibentuk sbelumnya.(**)





















































Discussion about this post