TIMIKA – jurnalpapua.id
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) anak-anak Papua terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan Partai Demokrat Kabupaten Mimika yang menyalurkan ratusan buku kepada Yayasan Sa Noken di kawasan Gorong-gorong, Timika, Jumat (12/6/2026).
Penyerahan bantuan buku tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Partai Demokrat Mimika, Nalio Jangkup, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda asli Papua.
Nalio mengatakan, budaya membaca harus terus ditanamkan sejak dini karena menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas SDM.
“Dengan membaca, pengetahuan seseorang akan terus bertambah. Membaca buku tidak mengenal batas usia. Karena itu kami ingin mendukung upaya-upaya yang dilakukan Yayasan Sa Noken dalam membangun generasi Papua yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan rumah baca seperti Yayasan Sa Noken sangat penting sebagai wadah positif bagi anak-anak Papua untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan menjauhkan mereka dari pengaruh pergaulan negatif.
Nalio berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada yayasan tersebut, mengingat fokus kegiatannya yang menyasar pengembangan anak-anak asli Papua.
“Harapan kami, pemerintah daerah bisa memfasilitasi keberadaan yayasan ini. Bahkan jika memungkinkan, rumah baca seperti ini dapat hadir di wilayah kota agar lebih banyak anak-anak Papua yang bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Sa Noken, Luki Wenda, menjelaskan bahwa yayasan dan rumah baca tersebut telah berdiri sejak tahun 2023 dan terbuka bagi siapa saja yang ingin membaca maupun belajar.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama yayasan adalah mendorong peningkatan kualitas SDM anak-anak Papua melalui pendidikan dan literasi.
“Yayasan ini fokus pada pengembangan SDM anak Papua. Kami percaya bahwa peningkatan kualitas manusia harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan,” ujarnya.
Luki menilai, kemajuan pembangunan fisik yang terlihat di Timika belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan kualitas SDM masyarakat asli Papua.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Banyak bangunan megah berdiri di Timika, tetapi SDM anak Papua masih jauh dari harapan. Bangunan megah itu hanya menjadi simbol tanpa makna jika tidak diikuti dengan pembangunan manusia,” tegasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrat atas bantuan ratusan buku yang diberikan dan berharap semakin banyak pihak ikut mendukung gerakan literasi di Papua.
“Terima kasih kepada Partai Demokrat atas bantuannya. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan buku atau mendukung kegiatan rumah baca ini. Membaca tidak mengenal umur, dan melalui buku kita bisa mengetahui isi dunia,” katanya.
Melalui dukungan literasi dan pendidikan yang berkelanjutan, Yayasan Sa Noken berharap dapat melahirkan generasi Papua yang memiliki wawasan luas, kemampuan yang lebih baik, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(**)


































Discussion about this post