JAKARTA – jurnalpapa.id
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), , menyampaikan kecaman keras atas pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua, yang terjadi pada 21 Juli 2026.
Dalam pernyataannya, Dino menilai tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Ia menegaskan bahwa para pelaku harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Tiga korban yang meninggal dunia diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Yantinus (Kumis) Kogoya dan Selvy Wenda, serta seorang perempuan lainnya. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, para korban terlihat tidak bersenjata, tidak melakukan perlawanan, dan sempat memohon belas kasihan sebelum dianiaya dan ditembak.
Atas peristiwa itu, Dino mendesak aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk segera mengidentifikasi, mengejar, menangkap, dan mengadili seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut.
“Negara harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Para pelaku harus segera ditangkap dan diproses secara hukum agar masyarakat tidak terus-menerus hidup dalam ketakutan,” tegasnya.
Selain kepada aparat keamanan, Dino juga meminta tokoh-tokoh masyarakat Papua, termasuk Natalus Pigai, agar turut menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan tersebut dan menunjukkan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hak hidup warga sipil.
Di tingkat internasional, Dino mengimbau Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia beserta para diplomat Indonesia di berbagai negara untuk menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut kepada masyarakat internasional dengan menghadirkan fakta dan bukti yang tersedia, termasuk dokumentasi video yang beredar.
Meski demikian, Dino menekankan bahwa setiap langkah penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Menurutnya, aparat keamanan harus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi prioritas dalam setiap operasi yang dilakukan.
Ia berharap penanganan kasus ini dapat memberikan keadilan bagi para korban dan keluarganya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya negara dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan di Papua.(**)







































Discussion about this post