TIMIKA – jurnalpapua.id
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengakui pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia karena ketergantungan yang sangat besar pada sektor pertambangan.
Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mimika di Hotel Grand Tembaga, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, sekitar 80 persen perekonomian Mimika masih ditopang oleh sektor tambang. Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi daerah sangat rentan terhadap fluktuasi yang terjadi di sektor tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi kita cukup rendah karena pendapatan daerah dan aktivitas ekonomi masih sangat tergantung pada satu sektor, yaitu pertambangan. Sekitar 80 persen masih berasal dari sektor itu,” ujarnya.
Rettob menilai Mimika perlu segera memperkuat sektor-sektor ekonomi lainnya agar struktur ekonomi daerah menjadi lebih seimbang. Ia mengatakan, jika kontribusi sektor non-tambang dapat meningkat hingga 50 persen, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan jauh lebih stabil.
“Kalau sektor-sektor lain bisa berkembang dan kontribusinya meningkat, tentu pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik,” katanya.
Meski demikian, ia optimistis Mimika memiliki potensi besar untuk mengembangkan sumber-sumber ekonomi baru. Potensi tersebut, menurutnya, harus didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita punya potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk mengembangkan potensi tersebut,” ujar Rettob.
Ia juga menyoroti perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Mimika yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini jumlah pelaku UMKM binaan pemerintah daerah telah mencapai sekitar 850 usaha dan terus bertambah.
Menurutnya, sejumlah produk UMKM Mimika kini mulai menembus pasar nasional bahkan sedang dipersiapkan untuk memasuki pasar internasional.
“Kami mendapat tawaran untuk memasarkan produk-produk UMKM Mimika ke Dubai. Selain itu, ada rencana produk-produk unggulan daerah akan dipasarkan di sejumlah supermarket di luar negeri,” ungkapnya.
Rettob berharap keberhasilan UMKM menembus pasar yang lebih luas dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan Mimika terhadap sektor pertambangan.
“Ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tandasnya.(**)



































Discussion about this post