TIMIKA – jurnalpapua.id
Kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timika periode 2025–2028 menegaskan komitmennya memperkuat upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.
Ketua IDI Cabang Timika, dr. Enny Kenangalem, M.Biomed, mengatakan dokter tidak hanya memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan di rumah sakit maupun klinik, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelantikan pengurus IDI Cabang Timika, Minggu (28/6), yang dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyau, Ketua TP-PKK Mimika Ny. Susy Rettob, serta Ketua IDI Wilayah Papua dr. Nickanor K.R. Wonatorey, Sp.U.
Menurut Enny, tantangan kesehatan di Mimika masih cukup besar. Penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis (TBC), dan HIV/AIDS masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Di sisi lain, munculnya berbagai penyakit baru juga menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal.
“Dokter perlu lebih aktif turun ke masyarakat untuk melihat kondisi secara langsung, memberikan penyuluhan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.
Ia menilai upaya pencegahan penyakit harus menjadi prioritas karena dapat menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Selain memperkuat peran dokter di masyarakat, Enny juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan kesehatan tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga medis, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan lainnya, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Timika periode sebelumnya, dr. Leonard Pardede, mengajak seluruh dokter mempertahankan semangat pengabdian kepada masyarakat serta terus menjaga solidaritas profesi.
“Kita harus menjadi dokter yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tingkatkan kompetensi dan layani masyarakat sebagaimana kita ingin dilayani,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Nickanor K.R. Wonatorey, berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kedokteran.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika profesi, integritas, dan peningkatan kompetensi sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Penjabat Sekretaris Daerah Abraham Kateyau menyatakan dukungan terhadap IDI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerah.




































Discussion about this post