TIMIKA – jurnalpapua.id
Dugaan tunggakan gaji sejak Maret 2026 diduga menjadi motif utama aksi pembobolan dan penjarahan Kantor Media Online Timika Folks yang terjadi pada Kamis (23/7) malam di Timika.
Salah seorang karyawan Mimika Center berinisial OH diduga menjadi otak aksi tersebut. Bersama tujuh rekannya, ia mendatangi kantor Timika Folks sekitar pukul 20.30 WIT dengan membawa parang dan diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Menurut keterangan sumber internal yang mengetahui peristiwa itu, para pelaku masuk ke dalam kantor lalu menggasak sejumlah barang berharga, di antaranya televisi, monitor portabel, sepeda motor, boks kamera, kipas angin, serta sejumlah barang lainnya.
Saat kejadian berlangsung, dua orang yang berada di dalam kantor tidak dapat melakukan perlawanan karena diancam menggunakan parang.
“Mereka ditodong parang dan disuruh diam. Pelaku juga meminta kunci mobil. Sementara kunci motor dipegang salah satu korban sehingga pelaku mematahkan kunci stang motor lalu menyeret motor tersebut keluar,” ungkap sumber tersebut.
Sumber yang sama menyebutkan, aksi nekat OH diduga dipicu rasa kecewa karena gaji karyawan Mimika Center disebut belum dibayarkan sejak Maret 2026. Persoalan itu disebut telah berlangsung selama beberapa bulan dan diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindak pidana.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membenarkan adanya kasus pembobolan tersebut. Ia mengatakan polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dan berhasil mengamankan beberapa pelaku dalam waktu singkat.
“Beberapa pelaku sudah berhasil diamankan. Sementara satu pelaku berinisial OH masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolres.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika, Yan Selamat Purba, menegaskan bahwa persoalan dugaan tunggakan gaji karyawan Mimika Center bukan menjadi tanggung jawabnya karena saat ini dirinya masih dalam proses mengambil alih pengelolaan.
Saat dikonfirmasi mengenai informasi bahwa gaji karyawan belum dibayarkan sejak Maret 2026 dan diduga menjadi pemicu aksi pembobolan kantor Timika Folks, Yan mengaku belum mengetahui secara rinci kasus tersebut.
“Langsung ke mereka saja, ke pengurus yang lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan gaji maupun pengelolaan Mimika Center sebelum proses pengambilalihan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengurus sebelumnya.
“Saya sementara hanya mau take over. Pengurus sebelumnya yang bisa memberikan informasi. Itu urusan mereka, bukan urusan saya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus lama Mimika Center terkait dugaan tunggakan gaji karyawan sejak Maret 2026 maupun mengenai dugaan keterkaitan persoalan tersebut dengan aksi pembobolan Kantor Timika Folks.(**)






































Discussion about this post