TIMIKA – jurnalpapua.id
Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, Jalan Anggrek di Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru, akhirnya akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mimika pada tahun anggaran 2026.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk menangani ruas jalan yang telah mengalami kerusakan parah sejak tahun 2015 atau sekitar 11 tahun terakhir.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pembangunan Jalan Anggrek sempat tertunda selama bertahun-tahun akibat persoalan ganti rugi lahan dengan salah seorang pemilik tanah yang beberapa kali menghambat proses pengerjaan.
“Pada tahun ini kami sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk penanganan Jalan Anggrek. Pekerjaan akan dimulai setelah proses penyelesaian administrasi dan ganti rugi lahan di Dinas Pertanahan selesai,” ujar Yoga kepada wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, total panjang ruas jalan yang akan ditangani mencapai sekitar 500 meter. Namun, pada tahap pertama pemerintah akan membangun sepanjang 160 meter, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Yoga menjelaskan, paket pekerjaan tersebut tidak hanya mencakup pengaspalan jalan, tetapi juga pembangunan infrastruktur pendukung secara menyeluruh.
“Pekerjaan ini sudah termasuk konstruksi jalan, pengerasan, pembangunan saluran drainase atau pembuangan air, hingga pemasangan lampu penerangan jalan umum. Jadi penanganannya dilakukan secara terpadu,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh pekerjaan Jalan Anggrek dapat diselesaikan hingga akhir tahun 2026.
Sebelum konstruksi dimulai, pemerintah akan terlebih dahulu menuntaskan proses pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan melalui Dinas Pertanahan. Setelah seluruh proses tersebut rampung, pelaksanaan fisik pembangunan jalan akan segera dilakukan.
Pembangunan Jalan Anggrek diharapkan dapat mengakhiri penantian panjang warga Kelurahan Sempan yang selama lebih dari satu dekade harus melintasi jalan berlubang, becek saat musim hujan, serta berdebu ketika cuaca panas.
Dengan selesainya proyek ini, akses transportasi masyarakat diproyeksikan menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga di kawasan tersebut.(**)






































Discussion about this post