TIMIKA – jurnalpapua.id
Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Puncak Jaya yang terdampak krisis pangan dan air akibat cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.
Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan pihaknya menerima laporan pada 18 Juli 2026 mengenai terjadinya krisis pangan dan air di Distrik Agandugume, Distrik Lambewi, dan Distrik Honeri. Kondisi tersebut dipicu kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan kebun masyarakat gagal panen.
“Fenomena El Nino mengakibatkan kekeringan. Suhu udara di wilayah terdampak juga sangat ekstrem, berkisar antara dua hingga sembilan derajat Celsius. Akibatnya kebun-kebun masyarakat gagal panen sehingga terjadi krisis pangan dan krisis air,” ujar Brigjen Stefie.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pangkoops TNI Habema memerintahkan Satgas Teritorial untuk segera melaksanakan misi kemanusiaan guna membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Pada tahap awal, Koops TNI Habema mengirimkan sekitar dua ton bantuan logistik yang berisi beras, mi instan, susu dan biskuit untuk bayi, gula, tepung, serta berbagai bahan makanan pokok lainnya.
Selain bantuan pangan, tim juga membawa tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga yang dilaporkan mulai mengalami gangguan kesehatan akibat krisis yang terjadi.
Brigjen Stefie mengakui proses penyaluran bantuan menghadapi tantangan berat. Selain harus melintasi medan pegunungan yang ekstrem, cuaca di lokasi juga tidak menentu sehingga menyulitkan penerbangan. Di sisi lain, personel juga menghadapi ancaman gangguan keamanan selama menjalankan misi.
“Medan yang kami lewati sangat ekstrem, cuaca juga sangat sulit diprediksi. Kami juga mendapat ancaman tembakan sehingga kami merasa perlu segera melaksanakan bantuan kemanusiaan ini,” katanya.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Koops TNI Habema mengerahkan dua pesawat yang akan mengirimkan logistik secara bertahap dalam tiga gelombang.
Gelombang pertama diterbangkan menuju Distrik Agandugume, disusul pengiriman ke Distrik Homeyo, dan selanjutnya ke Distrik Lambewi.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 600 warga di wilayah terdampak membutuhkan bantuan, termasuk sejumlah warga yang telah mengalami sakit akibat krisis pangan dan air bersih.
Brigjen Stefie menegaskan TNI akan terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya di daerah-daerah terpencil yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan yang kami kirimkan dapat meringankan kesulitan masyarakat. TNI akan selalu berusaha hadir bersama masyarakat untuk membantu mengatasi dampak krisis pangan dan krisis air,” pungkasnya.(**)







































Discussion about this post