TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengintensifkan kampanye Aksi Bergizi dengan menyasar pelajar SMP dan SMA Satu Atap Poumako, Kamis (30/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka stunting melalui peningkatan status gizi remaja.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Karena itu, remaja menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam kampanye tersebut.
“Remaja yang sehat akan tumbuh menjadi calon orang tua yang sehat. Dari situlah upaya pencegahan stunting dimulai,” kata Godfried.
Ia menjelaskan, pembentukan generasi sehat perlu dibangun melalui kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga kebersihan diri, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kampanye bertema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045: Remaja Sehat, Berakhlak, Berprestasi” itu melibatkan Dinas Kesehatan, TNI, puskesmas, dan pihak sekolah.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan SMP Negeri Satu Atap Poumako dipilih sebagai lokasi kegiatan karena mayoritas siswanya berasal dari masyarakat Kamoro di kawasan pesisir Timika.
Menurut Carolina, para siswa memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), malaria, kesehatan gigi, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), pemeriksaan kesehatan umum, serta pengukuran tinggi dan berat badan.
“Pemeriksaan Hb penting untuk mendeteksi anemia sejak dini, terutama pada remaja putri yang rentan mengalami kekurangan zat besi,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti senam bersama, penyuluhan gizi, edukasi kesehatan reproduksi, serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD).
Carolina menuturkan, pemberian TTD telah menjadi program rutin yang dilaksanakan melalui kerja sama antara puskesmas dan sekolah, dengan sasaran satu tablet setiap pekan bagi remaja putri.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian remaja yang lebih memilih makanan cepat saji dan minuman kemasan dibanding makanan bergizi. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi sejak dini.
Kepala SMP Negeri Satu Atap Poumako, Nataniel Todingbua, menilai kegiatan itu memberi manfaat langsung bagi siswa karena tidak hanya mendapatkan edukasi kesehatan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Sementara itu, Pabandiater Kogabwilhan III Letkol Laut Arif mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan karakter, disiplin, dan kepedulian terhadap kesehatan.
“Generasi muda harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, disiplin, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.(**)






































Discussion about this post