TIMIKA – jurnalpapua.id
Seorang pria tewas setelah dipanah di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam. Peristiwa ini menghebohkan warga setelah foto dan video korban beredar luas di sejumlah grup WhatsApp.
Dalam foto yang beredar, korban terlihat tergeletak dengan sejumlah anak panah masih tertancap di tubuhnya. Sementara video berdurasi sekitar 35 detik memperlihatkan aparat kepolisian berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 19.30 WIT. Berdasarkan informasi awal, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIT.
“Tadi kami Polsek dapat laporan itu sekitar jam 19.30 WIT. Namun kejadiannya itu sekitar pukul 18.00 WIT,” ujar Yusak.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban diduga berada di bawah pengaruh minuman keras sebelum kejadian. Korban diketahui merupakan bagian dari kubu Dang, salah satu kelompok yang sebelumnya pernah terlibat perang adat di wilayah Kwamki Narama.
Menurut Yusak, setelah mengonsumsi minuman keras, korban diduga membawa sebilah parang dan memasuki wilayah kubu Newegalen yang merupakan kubu lain di Kampung Amole.
“Korban dalam keadaan dipengaruhi miras. Setelah minum, dia menyeberang dari kubu Dang ke kubu Newegalen sambil memegang parang. Karena dianggap masuk ke wilayah mereka dengan membawa senjata tajam, korban kemudian dipanah hingga meninggal dunia,” jelasnya.
Usai menerima laporan, personel Polsek Kwamki Narama bersama anggota Sabhara, Intelkam, dan Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika.
Polisi juga segera melakukan koordinasi dengan pihak kubu Dang guna mencegah terjadinya aksi balasan maupun perang antarkelompok.
“Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD. Kami juga berkoordinasi dengan kubu Dang agar tidak melakukan aksi balasan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian,” kata Yusak.
Ia menjelaskan lokasi kejadian berada di jalur tengah Kampung Amole. Kubu Dang bermukim di Kampung Amole Jalur 1 dan Jalur 2, sedangkan kubu Newegalen berada di kawasan Jalan Mambruk yang masih termasuk wilayah Kampung Amole.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan, aparat kepolisian meningkatkan status siaga dan akan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan kedua kubu.
“Besok pagi anggota akan melakukan penyekatan di jalur tengah antara pihak Dang dan pihak Newegalen agar tidak terjadi lempar panah atau bentrokan susulan,” ujarnya.
Pengamanan juga akan diperkuat dengan penambahan personel dari Polres Mimika dan Brimob.
Selain itu, Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah Distrik Kwamki Narama.
“Kami mengimbau masyarakat yang hendak ke daerah Kwamki agar selalu waspada. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya tidak memasuki wilayah tersebut sampai situasi benar-benar kondusif,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di lokasi serta mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.(**)






































Discussion about this post