TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi menutup Pelatihan Pelatih Sepak Bola Lisensi D dan Pelatihan Wasit Lisensi C-2 Tahun 2026 di Hotel Horison Ultima Timika, Sabtu (8/8/2026).
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Santi Sondang, S.IP., M.Si.

Dalam sambutannya, Santi menyampaikan apresiasi karena seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung selama satu pekan dapat diselesaikan dengan baik.
Ia berharap ilmu, pengalaman, dan pengetahuan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat diterapkan untuk mendukung pembinaan sepak bola di Kabupaten Mimika.
“Kiranya seluruh ilmu, pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran yang telah diperoleh selama kegiatan ini menjadi bekal yang berharga bagi para peserta dalam memajukan olahraga sepak bola, khususnya di Kabupaten Mimika,” ujar Santi.
Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Materi teori, praktik, diskusi hingga evaluasi yang diberikan selama pelatihan diharapkan mampu membentuk pelatih dan wasit yang profesional, berintegritas serta memiliki kompetensi sesuai standar yang berlaku.
Santi menegaskan, sertifikasi yang diperoleh peserta bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Pelatihan ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu dan sertifikasi yang telah diperoleh hendaknya tidak hanya menjadi pengakuan administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam pembinaan atlet, penyelenggaraan pertandingan, dan pengembangan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai sepak bola memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui olahraga, nilai sportivitas, disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama dan semangat juang dapat ditanamkan sejak dini.
Karena itu, Santi berharap para pelatih dan wasit yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih profesional dan berkualitas di Mimika.
“Teruslah belajar, meningkatkan kapasitas diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Santi juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan seluruh pengurus PSSI, instruktur serta narasumber yang telah memberikan ilmu dan pengalaman kepada para peserta.
Apresiasi yang sama disampaikan kepada Dispora Kabupaten Mimika selaku penyelenggara dan seluruh panitia yang telah bekerja sehingga kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar.
Sementara itu, Sekretaris Dispora Kabupaten Mimika, Alberthin Timang, S.E., M.Si., dalam laporannya menyebutkan pelatihan pelatih Lisensi D sedianya menargetkan 25 peserta. Namun, hingga penutupan, sebanyak 24 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sedangkan pelatihan wasit Lisensi C-2 diikuti 21 peserta dari target 25 orang.
Alberthin berharap pelatihan tersebut dapat menghasilkan pelatih-pelatih berkualitas yang mampu menemukan, membina dan mengembangkan talenta-talenta muda sepak bola di Mimika.
“Kami berharap dengan kegiatan ini akan lahir pelatih-pelatih yang handal yang akan melatih tunas-tunas muda, bakat-bakat muda dari seluruh kabupaten yang ada di Mimika untuk lahir sepak bola yang handal,” katanya.
Untuk bidang perwasitan, Alberthin berharap jumlah wasit berlisensi di Mimika terus bertambah sehingga dapat memenuhi kebutuhan setiap kompetisi atau turnamen yang digelar di daerah tersebut.
“Kemudian untuk wasitnya, kami berharap semakin banyak wasit yang tersedia di Kabupaten untuk menjadi wasit di setiap event yang akan diselenggarakan,” lanjutnya.
Selama satu pekan, para peserta mengikuti pelatihan dari pagi hingga sore dengan materi yang diberikan langsung oleh instruktur dari PSSI.
Alberthin juga berharap peserta tidak berhenti meningkatkan kemampuan setelah menyelesaikan pelatihan, tetapi dapat melanjutkan ke jenjang lisensi yang lebih tinggi.
“Kami berharap ke depan akan ada peningkatan lisensi bagi para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak yang menyelenggarakan turnamen sepak bola di Mimika untuk memanfaatkan tenaga pelatih dan wasit lokal yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan pembekalan dari instruktur PSSI.
“Kami berharap siapapun yang akan menyelenggarakan kegiatan turnamen bisa memanfaatkan wasit dan pelatih yang sudah ada karena mereka telah memperoleh ilmu dari narasumber dan instruktur yang ada,” tutup Alberthin.
Penutupan pelatihan kemudian dilakukan secara resmi oleh Santi Sondang. Kegiatan diakhiri dengan ungkapan syukur serta harapan agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh demi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola, di Kabupaten Mimika. (**)







































Discussion about this post