TIMIKA – jurnalpapua.id
Di tengah tantangan akses pelayanan kesehatan akibat dampak konflik antar dua kelompok masyarakat di Distrik Kwamki Narama, BLUD Puskesmas Kwamki menghadirkan sebuah inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bertajuk Noken Mama (Notifikasi Online Kesehatan Ibu Hamil Berbasis Masyarakat).
Inovasi yang digagas oleh Bidan Embun Lestari Santhalia selaku Penanggung Jawab Pamong Inovasi BLUD Puskesmas Kwamki ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya ibu hamil yang enggan datang ke puskesmas karena merasa takut melintasi wilayah yang sebelumnya terdampak konflik.
Meski proses perdamaian adat melalui prosesi patah panah telah dilaksanakan, Embun mengatakan masih terdapat sejumlah ruas jalan yang dipalang sehingga membatasi mobilitas masyarakat, termasuk akses ibu hamil untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kami mengangkat nama Noken Mama karena noken merupakan simbol perlindungan, kasih sayang, dan kebersamaan masyarakat Papua. Filosofi itu kami terapkan untuk melindungi ibu hamil agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun akses mereka terbatas,” ujar Embun.
Melalui inovasi tersebut, Puskesmas tidak lagi menunggu ibu hamil datang berobat, melainkan melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam proses pendataan dan pelaporan.
Kepala kampung, kader kesehatan, tokoh masyarakat hingga warga yang menemukan ibu hamil yang belum pernah memeriksakan kandungannya cukup melakukan pemindaian QR Code yang telah dipasang di berbagai titik strategis seperti kantor distrik, kantor desa, rumah kader, posyandu, balai kampung, pasar tradisional hingga fasilitas umum.
Setelah barcode dipindai, laporan otomatis masuk melalui sistem WhatsApp Business disertai identitas dan lokasi GPS ibu hamil. Selanjutnya, admin Puskesmas akan menerima notifikasi dan langsung mengerahkan Tim Gerak Cepat menuju lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan.
“Kalau masyarakat menemukan ibu hamil yang belum pernah diperiksa, kepala kampung atau kader tinggal melaporkan melalui barcode tersebut. Tim kami langsung bergerak ke lokasi,” jelasnya.
Menurut Embun, sistem ini mempercepat penemuan ibu hamil baru (K1 Akses), meningkatkan cakupan pemeriksaan Antenatal Care (ANC), mempercepat pendampingan persalinan, hingga pemantauan ibu nifas dan bayi.
Tak hanya itu, inovasi Noken Mama juga terintegrasi dengan administrasi kependudukan melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), mulai dari pendataan ibu hamil yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), penerbitan KTP, hingga aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama inovasi ini. Selain tenaga kesehatan, program tersebut melibatkan pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader kesehatan, PKK, kepala suku, tokoh agama, tokoh pemuda, aparat keamanan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Dengan pendekatan jemput bola berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat, BLUD Puskesmas Kwamki berharap tidak ada lagi ibu hamil yang terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena terkendala akses maupun rasa takut akibat dampak konflik.
Inovasi Noken Mama akan mewakili BLUD Puskesmas Kwamki dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2026, yang diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Melalui inovasi tersebut, Puskesmas Kwamki optimistis dapat berkontribusi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan prevalensi stunting, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, inklusif, dan menjangkau seluruh masyarakat hingga ke pelosok kampung.
Tak lupa ia menyampaikan terimakasih kepada Kepala BLUD dan Kepala Distrik Kwamki Narama yang telah memberikan dukungan dan support atas pengembangan inovasi tersebut. (**)






































Discussion about this post