TIMIKA – jurnalpapua.id
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas (Satgas) Habema TNI yang dinilai telah membantu menjamin keamanan masyarakat di tengah meningkatnya gangguan keamanan akibat aksi kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di sejumlah wilayah Kabupaten Yahukimo.
Pernyataan tersebut disampaikan Didimus Yahuli saat menghadiri konferensi pers bersama Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, di Timika, Kamis (23/7/2026), usai pelaksanaan operasi evakuasi korban pembunuhan warga sipil di Distrik Seradala.
Didimus mengatakan situasi keamanan yang tidak kondusif selama beberapa waktu terakhir telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan mengalami gangguan karena warga merasa tidak aman untuk beraktivitas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Satgas Habema yang telah hadir memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman kekerasan kelompok OPM,” ujar Didimus.
Menurut dia, masyarakat selama ini menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa mereka sangat merindukan situasi yang aman sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
“Masyarakat berharap kondisi segera pulih agar mereka bisa kembali berkebun, berdagang, bersekolah, dan memperoleh pelayanan kesehatan tanpa rasa takut,” katanya.
Didimus menjelaskan, gangguan keamanan telah menghambat roda perekonomian di wilayah pedalaman Yahukimo. Distribusi logistik menjadi terganggu, pelayanan pemerintah tidak berjalan optimal, sementara akses terhadap layanan dasar juga ikut terdampak.
Ia mencontohkan kondisi di Distrik Balingga yang baru kembali dikunjungi pemerintah daerah setelah sebelumnya mengalami gangguan keamanan. Wilayah tersebut juga merupakan lokasi terjadinya penembakan terhadap seorang pilot warga negara Amerika Serikat beberapa waktu lalu, yang menyebabkan akses transportasi udara ke sejumlah distrik terpencil sempat terhenti.
Akibat terganggunya penerbangan perintis, distribusi bahan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemasaran hasil pertanian masyarakat ikut mengalami hambatan.
“Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan dasar. Jalur transportasi yang terputus sangat memengaruhi kehidupan masyarakat di distrik-distrik terpencil,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo, kata Didimus, kini terus berupaya memulihkan pelayanan pemerintahan dan membuka kembali akses ke wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak gangguan keamanan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Ia berharap upaya tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen, termasuk aparat keamanan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar situasi keamanan dapat terus membaik sehingga berbagai program pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami berharap semua pihak terus bekerja sama menjaga keamanan sehingga masyarakat Yahukimo dapat hidup dengan tenang dan pembangunan bisa berjalan kembali,” kata Didimus.
Dalam kesempatan yang sama, Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menegaskan TNI akan terus menjalankan operasi pengamanan untuk melindungi masyarakat sipil, membuka kembali akses ke daerah-daerah yang terisolasi akibat gangguan kelompok bersenjata, serta mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan dan distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah Papua Pegunungan. (**)







































Discussion about this post