TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus memperkuat kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Program ini melibatkan Puskesmas, kader Posyandu, serta berbagai lintas sektor guna membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Kampanye tersebut terlihat dalam kegiatan di Posyandu Tambelo, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain pelayanan kesehatan ibu dan anak, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menerapkan PHBS sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Promosi Kesehatan, Yohanis Marani, SKM, mengatakan Posyandu menjadi sarana strategis untuk menggerakkan masyarakat agar membiasakan pola hidup sehat.
“Kami melihat antusias warga sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan bersama dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” ujar Yohanis.
Menurutnya, Posyandu merupakan milik masyarakat sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen, terutama kader Posyandu yang menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warga.
Ia menjelaskan, melalui kampanye GERMAS masyarakat terus didorong untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta membawa balita dan ibu hamil secara rutin ke Posyandu.
“Kehadiran kami bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah. Dengan PHBS yang baik, kualitas kesehatan keluarga akan meningkat,” katanya.
Yohanis menambahkan, penerapan PHBS dan GERMAS menjadi salah satu strategi penting untuk menekan berbagai penyakit yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Mimika, khususnya malaria yang masih memiliki angka kasus cukup tinggi.
Ia mengimbau masyarakat agar aktif mengikuti kegiatan Posyandu karena selain memperoleh pelayanan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, serta penerapan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang enggan datang ke Posyandu karena adanya anggapan takut terhadap tindakan medis seperti suntikan.
“Sebagian masyarakat masih memiliki kekhawatiran untuk datang ke Posyandu karena takut disuntik. Karena itu kami bersama Puskesmas terus melakukan edukasi agar masyarakat memahami manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan,” jelasnya.
Yohanis menyebut sekitar 85 persen masyarakat telah menunjukkan antusiasme mengikuti kegiatan Posyandu. Capaian tersebut dinilai sebagai perkembangan yang positif dalam mendukung program kesehatan pemerintah.
Ia menegaskan, penguatan kampanye GERMAS dan PHBS juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Mimika yang mendapat dukungan Bupati Mimika untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan Posyandu dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Dengan semakin banyak masyarakat yang menerapkan GERMAS dan PHBS, kami berharap angka penyakit menular maupun tidak menular dapat ditekan sehingga terwujud masyarakat Mimika yang lebih sehat, mandiri, dan produktif,” pungkasnya.(**)






































Discussion about this post