TIMIKA – jurnalpapua.id
Sistem keamanan di Pasar Sentral Timika kembali menjadi sorotan setelah sebuah sepeda motor milik warga hilang pada Minggu (9/8/2026). Kendaraan dengan plat nomor PA 3299 HH tersebut diduga dicuri saat diparkir di depan toko yang berjarak sekitar 50 meter dari pintu masuk pasar, tepatnya di depan toko pakaian BTS.
Kejadian tersebut dialami Welny. Ia mengatakan, sepeda motornya diparkir sekitar pukul 11.00 WIT. Setelah memarkir kendaraan, Welny kemudian membuka toko dan melayani sejumlah pelanggan seperti biasa.
Setelah pelanggan pertama pergi, Welny sempat keluar dan masih melihat sepeda motornya terparkir di tempat semula. Sekitar pukul 14.00 WIT, ia kembali melayani pelanggan berikutnya. Setelah pelanggan tersebut pergi, Welny tidak lagi keluar dari toko.
“Saya ke depan toko itu, waktu toko penjahit di sebelah tutup, tapi motor masih ada,” ungkap Welny.
Namun, sekitar pukul 15.00 WIT, ketika kembali ke teras toko, Welny mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat.
Ia kemudian menanyakan kepada pemilik toko di sebelahnya serta penjaga toilet umum yang berada tidak jauh dari lokasi. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui kapan dan bagaimana sepeda motor tersebut dibawa pergi.
Welny kemudian menyusuri sejumlah lorong di dalam kawasan pasar hingga ke area terminal untuk mencari kendaraannya. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Kejadian ini semakin menyoroti persoalan keamanan di Pasar Sentral Timika. Pasalnya, pencurian diduga terjadi pada siang hari ketika aktivitas pasar masih berlangsung.
Welny mengaku sempat mendatangi pos polisi yang berada di kawasan pasar untuk meminta bantuan, namun tidak menemukan petugas di pos tersebut. Petugas security yang seharusnya berjaga juga disebut tidak berada di tempat.
Panik dengan kejadian tersebut, korban kemudian mendatangi Polsek Mimika Baru untuk melaporkan kehilangan kendaraannya. Namun, menurut pengakuan korban, petugas jaga saat itu mengatakan bahwa laporan polisi (LP) hanya bisa dibuat setelah 24 jam sejak kejadian.
Merasa kecewa, Welny kemudian mendatangi Pos Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih dengan harapan dapat membuat laporan. Namun, ia mengaku kembali mendapatkan jawaban yang sama.
Welny akhirnya kembali dengan rasa kecewa. Sambil berupaya mencari kendaraannya, ia kemudian mendatangi sejumlah bengkel untuk memberikan informasi mengenai ciri-ciri dan detail sepeda motor yang hilang. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila kendaraan tersebut dibawa ke bengkel.
Kasus ini juga menambah keluhan pedagang terkait keamanan di Pasar Sentral Timika. Berdasarkan penelusuran, kehilangan barang di kawasan pasar disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah pedagang mengaku pernah kehilangan barang dagangan maupun barang pribadi.
Padahal, Pasar Sentral Timika merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari ramai dikunjungi pedagang dan pembeli. Keberadaan petugas keamanan menjadi penting untuk mencegah aksi pencurian sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di dalam kawasan pasar.
Selama ini, pengelolaan keamanan pasar berkaitan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika. Sejumlah petugas security juga dipekerjakan untuk membantu menjaga keamanan kawasan pasar.
Namun, ketika kasus pencurian terjadi, keberadaan petugas keamanan justru dipertanyakan. Tidak ditemukannya petugas di pos keamanan pada saat korban membutuhkan bantuan menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan di kawasan tersebut.
Pedagang berharap Disperindag segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan Pasar Sentral Timika. Pengawasan dinilai tidak cukup hanya dengan menempatkan petugas security, tetapi juga harus memastikan petugas berada di titik tugas selama jam operasional dan melakukan patroli secara berkala.
Para pedagang juga berharap keluhan terkait kehilangan yang selama ini disampaikan tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi diikuti dengan langkah konkret dari pemerintah.
Kasus hilangnya sepeda motor milik Welny pada siang hari menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan di Pasar Sentral Timika masih membutuhkan perhatian serius, sebelum kejadian serupa kembali menimpa pedagang maupun pengunjung pasar lainnya.(**)







































Discussion about this post