TIMIKA, jurnalpapua.id
Posyandu Abuah di Kampung Tunas Matoa, Distrik Kwamki Narama, mengikuti Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Mimika. Penilaian dilakukan tim juri di Posyandu Abuah, Senin (31/8/2026).
Tim penilai berjumlah lima orang yang dipimpin Alice Irene Wanma. Tim terdiri dari unsur Pokja IV TP-PKK Kabupaten Mimika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Alice mengatakan, penilaian dilakukan untuk melihat langsung kualitas pelayanan serta kinerja kader yang rutin melayani masyarakat, terutama ibu dan anak.
“Yang kami nilai adalah apa yang selama ini dikerjakan oleh kader. Jadi tidak perlu takut dengan kehadiran tim juri. Kalau masih ada kekurangan, itu menjadi bahan untuk diperbaiki ke depan,” kata Alice.
Ia mengingatkan tujuh kader Posyandu Abuah agar tetap konsisten dan semangat menjalankan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
“Yang paling penting tetap semangat melayani masyarakat. Kader-kader ini setiap bulan hadir memberikan pelayanan. Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan tulus,” ujarnya.
Menurut Alice, lomba Posyandu bukan semata-mata mencari juara, tetapi menjadi sarana evaluasi dan pembinaan agar kualitas pelayanan terus meningkat.
Ia juga mendorong kader menguasai dan menerapkan 25 kompetensi dasar kader Posyandu. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Posyandu Abuah diharapkan dapat berkembang dan menjadi contoh bagi Posyandu lainnya di Mimika.
Sementara itu, Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuebi, mengatakan tujuh kader Posyandu Abuah telah menjalankan pelayanan dengan dukungan Pemerintah Kampung Tunas Matoa, Puskesmas Abidan, dan tenaga promosi kesehatan.
Menurut Naftali, sejumlah kekurangan yang ditemukan tim juri akan menjadi bahan evaluasi untuk segera dibenahi.
“Kami berterima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Kekurangan tersebut akan kami benahi melalui kolaborasi tenaga medis dari puskesmas, kader Posyandu, dan kepala kampung agar pelayanan ke depan semakin baik,” katanya.
Naftali mengatakan, di tengah berbagai keterbatasan, Posyandu Abuah tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat berdasarkan siklus hidup, mulai dari balita hingga lanjut usia.
Pemerintah kampung, lanjut dia, juga memberikan dukungan anggaran untuk pelayanan kesehatan. Setiap kampung di Distrik Kwamki Narama setidaknya mengalokasikan sekitar Rp45 juta hingga Rp50 juta per tahun untuk program kesehatan.
Besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan masing-masing kampung.
Naftali menegaskan koordinasi pemerintah distrik, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu harus terus diperkuat agar anggaran kesehatan dapat dimanfaatkan secara tepat dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.(**)











































Discussion about this post