TIMIKA, jurnalpapua.id
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika memperkuat fondasi pembinaan olahraga hingga ke wilayah distrik dan kampung dengan melantik Koordinator KONI tingkat distrik masa bakti 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Ballroom Cenderawasih 66, Timika, Sabtu (5/9/2026), dipimpin Ketua Dewan Pembina KONI Kabupaten Mimika sekaligus Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pelantikan mengacu pada Surat Keputusan KONI Kabupaten Mimika Nomor 12 Tahun 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi KONI Mimika membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur dan berjenjang, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pencarian atlet potensial hingga ke kampung-kampung.
Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mengatakan keberadaan koordinator KONI di setiap distrik akan menjadi perpanjangan tangan organisasi dalam mengembangkan olahraga di wilayah masing-masing.
Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika yang mendorong pembangunan dari kampung menuju kota. Dalam sektor olahraga, pola yang sama diterapkan dengan memulai penjaringan dan pembinaan atlet dari tingkat paling bawah.
Dengan hadirnya koordinator distrik, KONI berharap atlet berbakat yang selama ini berada jauh dari pusat kota memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk dalam sistem pembinaan yang terencana.
Distrik Diminta Berburu Talenta Muda
Johannes Rettob dalam arahannya menegaskan pelantikan tersebut tidak boleh dipandang sebatas pembentukan struktur organisasi. Para koordinator distrik memikul tanggung jawab untuk menemukan, mendampingi dan mengembangkan potensi olahraga yang ada di wilayah masing-masing.
Mimika, kata Rettob, memiliki banyak generasi muda dengan kemampuan olahraga yang menjanjikan. Namun, sebagian potensi itu belum tersentuh pembinaan secara optimal, terutama mereka yang tinggal di kampung, wilayah pesisir maupun daerah yang jauh dari pusat kota.
Karena itu, koordinator KONI distrik diminta aktif melakukan pemetaan cabang olahraga dan mengidentifikasi atlet berbakat sejak usia dini.
Pembinaan juga tidak dapat dilakukan KONI sendiri. Koordinator distrik didorong membangun kerja sama dengan pemerintah distrik, sekolah, klub olahraga, pelatih, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta berbagai elemen di wilayahnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang mampu menjaga keberlanjutan pembinaan atlet dari tingkat kampung hingga mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.
Kompetisi Distrik Harus Dihidupkan
Selain penjaringan atlet, Johannes Rettob juga mendorong kompetisi olahraga di tingkat distrik dilaksanakan secara rutin.
Kompetisi bukan semata mencari juara, melainkan menjadi bagian penting dalam mengasah kemampuan, membangun disiplin, karakter dan kepercayaan diri atlet sekaligus menjadi arena untuk menemukan bibit-bibit baru.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Rettob, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga. Namun, KONI bersama seluruh jajarannya juga dituntut membangun sistem pembinaan yang profesional, berintegritas, memiliki loyalitas, dedikasi dan tanggung jawab.
Bersiap Menuju PORKAB Mimika
Pembentukan koordinator KONI distrik juga dinilai strategis menjelang rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Mimika.
Antonius Kemong mengungkapkan PORKAB diharapkan dapat dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun Kabupaten Mimika pada 8 Oktober 2026, apabila seluruh persiapan memungkinkan.
Distrik nantinya memiliki peranan penting dalam menyiapkan dan mengirim atlet terbaik dari wilayah masing-masing untuk mengikuti ajang tersebut.
Melalui struktur baru ini, KONI Mimika berharap pembinaan olahraga tidak lagi terkonsentrasi di Kota Timika, tetapi benar-benar menjangkau distrik dan kampung. Dengan demikian, talenta-talenta muda yang selama ini belum terlihat dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang dan menjadi atlet berprestasi.
Rettob pun mengingatkan bahwa semangat sportivitas harus menjadi fondasi pembinaan generasi muda Mimika: menang tanpa merendahkan dan kalah tanpa menyerah.(**)









































Discussion about this post