TIMIKA, jurnalpapua.id
SMP Negeri 8 Mimika menyambut positif pelaksanaan kampanye bahaya merokok bertajuk “Generasi Sehat, Keren Tanpa Rokok dan Vape” yang dirangkaikan dengan Aksi Bergizi “Remaja Sehat, Bebas Anemia” oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Puskesmas.
Kepala SMP Negeri 8 Mimika, Tania Sihombing, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut sangat penting karena memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai dampak buruk rokok dan vape sekaligus meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Menurut Tania, kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan secara khusus di SMP Negeri 8 Mimika.
“Kami dari satuan pendidikan SMP Negeri 8 Mimika sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas karena kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di sekolah kami. Kami berharap ke depan tetap dilanjutkan,” ujarnya.
Ia menilai edukasi terkait bahaya merokok sangat dibutuhkan, terutama bagi siswa usia SMP yang mulai memasuki masa remaja dan rentan terpengaruh lingkungan maupun pergaulan.
Menurutnya, sekolah tidak bisa hanya mengandalkan larangan, tetapi perlu terus membangun pemahaman dan karakter siswa agar mampu menyadari sendiri dampak rokok maupun vape terhadap kesehatan.
“Anak-anak usia remaja ini persoalan merokok memang menjadi perhatian. Kadang mereka mengatakan tidak merokok, tetapi bisa saja melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Karena itu kegiatan hari ini sangat baik untuk membangun karakter dan kesadaran mereka,” katanya.
Keseriusan sekolah mendukung kegiatan tersebut ditunjukkan dengan memberikan waktu sekitar lima jam pelajaran agar siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian edukasi kesehatan.
“Lima jam pelajaran hari ini kami berikan untuk kegiatan ini karena kesehatan sangat penting,” jelas Tania.
Selain pencegahan rokok dan vape, sekolah juga menyambut baik program pencegahan anemia bagi remaja putri.
Tania mengatakan perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan zat besi penting diberikan sejak dini, khususnya bagi remaja putri yang telah memasuki masa menstruasi dan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi maupun anemia.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan, komite sekolah, tokoh agama hingga para guru.
“Kerja sama Dinas Kesehatan dan Puskesmas sangat baik. Semua dilibatkan, termasuk komite, tokoh agama, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Kami sangat menghargai pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.
Akan Ditindaklanjuti Setiap Bulan
Tania menegaskan kegiatan tersebut tidak berhenti pada kampanye dan pemeriksaan awal.
Pihak Puskesmas, kata dia, akan kembali melakukan tindak lanjut secara berkala, termasuk pemeriksaan kesehatan serta pemberian tablet tambah darah kepada siswa yang membutuhkan.
Dalam kegiatan awal, sekitar 100 siswi dan 250 siswa laki-laki menjadi sasaran pemeriksaan.
Ke depan, pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau seluruh siswa SMP Negeri 8 Mimika yang jumlahnya mencapai 922 orang dari kelas VII, VIII dan IX.
“Ini tidak putus sampai di sini. Setiap bulan akan ada tindak lanjut. Kami akan membangun kerja sama yang baik antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan,” ujarnya.
Sekolah Tegas Larang Rokok
Tania menegaskan SMP Negeri 8 Mimika sejak lama telah menerapkan kawasan tanpa rokok.
Larangan merokok juga dipasang di sejumlah titik di lingkungan sekolah sebagai bagian dari edukasi sekaligus penegakan tata tertib.
Sekolah bahkan menerapkan sanksi bagi siswa yang kedapatan melanggar aturan, termasuk merokok maupun melakukan pelanggaran berat lainnya.
“Kami sudah melakukan itu jauh sebelumnya. Di beberapa sudut sekolah sudah ada tulisan dilarang merokok. Kalau diketahui melakukan pelanggaran, tentu ada sanksi sesuai tata tertib sekolah,” jelasnya.
Menurut Tania, apabila pelanggaran sudah masuk kategori berat dan tidak dapat ditoleransi, pihak sekolah dapat memanggil orang tua dan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun selama dirinya memimpin SMP Negeri 8 Mimika, ia menyebut belum ditemukan kasus berat yang sampai mengharuskan siswa dikembalikan kepada orang tua.
Kesehatan Jadi Budaya Sekolah
Selain larangan merokok, SMP Negeri 8 Mimika juga membangun kebiasaan hidup sehat melalui kegiatan rutin sebelum proses belajar mengajar.
Setiap Selasa hingga Sabtu, siswa mengikuti aktivitas selama sekitar 15 menit sebelum masuk kelas yang diarahkan untuk membangun kebiasaan sehat dan positif.
Sementara setiap Senin, kegiatan diawali dengan upacara bendera.
“Kebersihan dan kesehatan menjadi salah satu hal utama yang kami terapkan di SMP Negeri 8 Mimika. Kami terus mengarahkan anak-anak agar sejak dini terbiasa dengan pola hidup sehat,” kata Tania.
Ia berharap kolaborasi antara sekolah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan, orang tua serta masyarakat terus diperkuat sehingga upaya menciptakan generasi Mimika yang sehat, bebas rokok, vape dan anemia dapat dilakukan secara berkelanjutan.(**)









































Discussion about this post