PUNCAK, jurnalpapua.id
Kepala Suku Damal Kabupaten Puncak, Nikolaus Alome, menyerukan kepada masyarakat agar tidak terseret dalam konflik antarkelompok yang terjadi di Kabupaten Mimika. Warga diminta menahan diri, tidak melakukan aksi balasan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Puncak.
Seruan tersebut disampaikan Nikolaus saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (6/9/2026).
Menurut Nikolaus, persoalan yang terjadi di Mimika harus diselesaikan di wilayah tersebut melalui mekanisme yang tepat dan tidak boleh berkembang hingga memicu konflik baru di Kabupaten Puncak.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat Puncak yang memiliki hubungan keluarga maupun kekerabatan dengan kelompok yang sedang berkonflik di Mimika agar mengedepankan sikap tenang dan tidak terprovokasi.
“Permasalahan yang terjadi di Kabupaten Mimika harus diselesaikan di sana dan jangan dibawa ke Kabupaten Puncak. Masyarakat yang memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang berkonflik harus menahan diri dan tidak melakukan aksi pembalasan yang dapat menimbulkan korban baru,” ujar Nikolaus.
Seruan tersebut disampaikan di tengah situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, yang masih menjadi perhatian berbagai pihak. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah daerah, DPRK Mimika, aparat keamanan hingga lembaga adat dan gereja sama-sama menyerukan penghentian kekerasan serta penyelesaian persoalan melalui dialog dan rekonsiliasi.
Nikolaus menegaskan, hubungan kekerabatan yang kuat antarmasyarakat Papua semestinya digunakan untuk membangun perdamaian, bukan menjadi alasan memperluas persoalan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Menurutnya, apabila aksi saling membalas terus terjadi, persoalan tidak hanya akan memperpanjang konflik, tetapi juga berpotensi melahirkan korban baru dan mengganggu kehidupan masyarakat yang tidak terlibat dalam persoalan tersebut.
Minta Masyarakat Jaga Fasilitas Pemerintah
Selain mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat konflik Mimika, Nikolaus juga meminta warga menjaga fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik yang masih berdiri di Kabupaten Puncak.
Pesan itu dinilai penting setelah sejumlah fasilitas pemerintahan di Ilaga mengalami pembakaran dan kerusakan pada Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat Kantor DPRK Puncak, Kantor Bupati Puncak serta sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya terdampak dalam kerusuhan tersebut.
“Sudah banyak kantor pemerintah yang rusak. Jangan lagi ada pembakaran dan perusakan karena fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kita harus bersama-sama menjaga apa yang masih ada,” tegasnya.
Nikolaus mengatakan setiap fasilitas pemerintah dibangun untuk mendukung pelayanan masyarakat. Karena itu, ketika gedung pemerintahan dirusak atau dibakar, masyarakat sendiri yang akhirnya merasakan dampaknya karena pelayanan publik dapat terganggu.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran bersama agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan jalur yang tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.
Tokoh Adat dan Pemuda Diminta Jadi Penyejuk
Nikolaus juga meminta kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga pemuda mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak.
Mereka diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat, memberikan pemahaman kepada keluarga maupun kelompok masing-masing dan mencegah munculnya provokasi yang dapat memicu kekerasan.
“Kepala suku, tokoh masyarakat, dan para pemuda harus ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mari kita jaga Kabupaten Puncak tetap aman agar pembangunan dapat berjalan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya.
Menurut Nikolaus, keamanan merupakan salah satu syarat utama agar pelayanan pemerintah, pembangunan, pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Puncak untuk tidak mudah terpengaruh oleh persoalan yang terjadi di daerah lain serta tidak membawa sentimen keluarga maupun kelompok ke dalam kehidupan masyarakat di Puncak.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Nikolaus berharap masyarakat memilih jalan damai apabila menghadapi persoalan serta menyerahkan penyelesaian konflik kepada tokoh adat, pemerintah dan pihak berwenang.
“Yang paling penting adalah kita menjaga masyarakat supaya tidak ada lagi korban. Kabupaten Puncak harus tetap aman dan pembangunan harus terus berjalan,” pungkasnya.(**)










































Discussion about this post