TIMIKA, jurnalpapua.id
Muhammad Ramadhani (19), korban penikaman di kawasan Kampung Kadun Jaya, Kilo 10, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani operasi di RSUD Mimika.
Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 00.30 WIT, Minggu (13/9/2026) akibat luka tusukan di dada sebelah kiri.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan rencananya dimakamkan di TPU SP1 pada Minggu pukul 10.30 WIT.
Meninggalnya Muhammad Ramadhani memicu kemarahan keluarga dan kerabat. Mereka kemudian melakukan pemalangan jalan tidak jauh dari gerbang masuk Kilo 10 sebagai bentuk kekecewaan sekaligus desakan agar polisi segera menangkap pelaku.
Keluarga meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan memproses pelaku sesuai hukum.
Sebelumnya, Wakapolsek Mimika Timur Ipda Adnan mengungkapkan, peristiwa bermula ketika pelaku masuk ke sebuah kios dan meminta rokok.
Namun setelah permintaannya tidak dipenuhi, pelaku diduga langsung menikam Muhammad Ramadhani menggunakan benda tajam.
Tusukan mengenai dada sebelah kiri korban, tepat di sekitar bagian jantung. Korban seketika ambruk di lokasi.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Mimika.
Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Sempat Kritis dan Butuh 12 Kantong Darah
Sebelum meninggal dunia, Muhammad Ramadhani sempat berada dalam kondisi kritis akibat kehilangan banyak darah.
Peristiwa penikaman terjadi pada Sabtu malam, 12 September 2026, sekitar pukul 19.00 WIT, di depan kios milik pamannya di Kampung Kadun Jaya, Kilo 10.
Paman korban, Hamsah, sebelumnya mengatakan dirinya mendatangi lokasi setelah mendengar keributan di sekitar kios.
Saat menanyakan apa yang terjadi, seseorang memberitahukan bahwa Muhammad Ramadhani telah ditikam.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Mimika dan menjalani operasi karena mengalami luka serius pada dada sebelah kiri.
Dalam proses penanganan medis, keluarga sempat membutuhkan sekitar 12 kantong darah.
Kabar tersebut mendapat respons dari keluarga besar Sulawesi Selatan di Timika. Sejumlah warga datang langsung ke RSUD Mimika untuk mendonorkan darah demi membantu penyelamatan korban.
Namun setelah menjalani operasi dan perawatan intensif, nyawa Muhammad Ramadhani tidak dapat diselamatkan.
Polisi Masih Buru Pelaku
Hingga Minggu pagi, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Keluarga berharap aparat dapat segera menangkap pelaku untuk mencegah situasi berkembang dan memberikan kepastian hukum atas meninggalnya Muhammad Ramadhani.
Pemalangan jalan yang dilakukan keluarga menjadi bentuk tekanan agar kasus tersebut segera dituntaskan.
Sementara itu, pihak keluarga tengah mempersiapkan proses pemakaman korban yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi.(**)








































Discussion about this post