TIMIKA, jurnalpapua.id
Permintaan rokok diduga menjadi pemicu awal penikaman yang menewaskan seorang remaja, Muhammad Ramadhan Kilo 10, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Sabtu (12/9/2026) malam.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, sebelum penikaman terjadi, dua orang tak dikenal datang ke kios dari arah KM 11. Salah seorang di antaranya disebut dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol.
Saat itu, korban sedang duduk sambil bermain telepon genggam dan menemani seorang saksi menjaga kios.
Salah seorang pelaku kemudian meminta rokok kepada penjaga kios. Namun korban yang berada di lokasi menjawab bahwa dirinya tidak merokok dan hanya memiliki permen.
Korban bahkan sempat menawarkan permen kepada pelaku.
Jawaban tersebut diduga membuat pelaku tersinggung karena merasa pertanyaannya ditujukan kepada penjaga kios, bukan kepada korban.
Menurut keterangan saksi kepada polisi, pelaku kemudian mengatakan kepada korban bahwa dirinya tidak sedang berbicara dengan korban.
Situasi semakin memanas ketika salah seorang pelaku masuk ke dalam kios dan meminta penjaga kios menyalakan rokok untuknya.
Korban yang merasa tidak terima kemudian menarik penjaga kios masuk ke dalam rumah.
Tak lama setelah itu, korban kembali keluar dan mendatangi kedua orang tersebut. Keributan kemudian terjadi di depan kios.
Dalam keributan itu, salah seorang pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban pada bagian dada sebelah kiri.
Setelah menikam korban, kedua pelaku langsung melarikan diri menuju arah kota.
Korban yang mengalami luka tusuk sempat berlari menuju rumah untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya tergeletak dalam kondisi berlumuran darah.
Warga kemudian mengangkat korban ke mobil pikap dan membawanya ke RSUD Kabupaten Mimika.
Polres Mimika menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.06 WIT dan langsung merespons dengan mendatangi lokasi serta RSUD Mimika.
Korban saat itu dilaporkan dalam kondisi kritis dan mendapat penanganan medis.
Namun setelah beberapa jam menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 00.35 WIT.
Polisi Buru Dua Pelaku
Seorang saksi lainnya mengaku sempat melihat dua orang yang diduga sebagai pelaku melarikan diri menuju arah jembatan KM 9, tepatnya di sekitar depan Satuan Radar TNI Angkatan Udara.
Saksi juga melihat salah seorang dari kedua orang tersebut membawa pisau.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
Meski rangkaian kejadian bermula dari permintaan rokok yang kemudian berujung perselisihan, Polres Mimika menegaskan bahwa motif pasti penikaman masih dalam pendalaman penyidik.
“Pelaku dan motif dugaan tindak pidana penikaman tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” demikian keterangan resmi Seksi Humas Polres Mimika.
Keluarga Palang Jalan
Meninggalnya korban memicu kekecewaan keluarga. Sekitar pukul 02.00 WIT, keluarga melakukan pemalangan jalan di sekitar lokasi kejadian sebagai bentuk tuntutan agar polisi segera menangkap pelaku.
Personel Polres Mimika kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan kepada keluarga korban.
Polisi meminta keluarga menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada penyidik.
Polres Mimika memastikan pengejaran terhadap para pelaku terus dilakukan dan siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kepolisian juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. (**)
i









































Discussion about this post