TIMIKA, jurnalpapua.id
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, menyambut baik antusiasme pengusaha lokal yang datang menyampaikan aspirasi dan keinginan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan.
Namun, ia menegaskan, setiap usulan, kerja sama maupun peluang keterlibatan dalam program Dinas Kesehatan tetap harus mengikuti mekanisme, proses evaluasi, seleksi, serta aturan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Marselino dalam wawancara, Kamis, 8 Oktober 2026, setelah mulai menjalankan tugas sebagai Plh Kepala Dinas Kesehatan Mimika sejak dilantik pada 5 Oktober 2026.
Dalam beberapa hari pertama bertugas, ia mengaku menerima banyak kunjungan dari masyarakat dan pengusaha lokal, termasuk pengusaha asli Papua, yang ingin mengetahui ruang partisipasi dalam berbagai program Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Aspirasi Dibuka, Mekanisme Tetap Dijalankan
Marselino mengatakan, keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat dan dunia usaha merupakan hal yang positif. Namun, keterbukaan tersebut tidak berarti setiap usulan dapat langsung direalisasikan tanpa melalui proses.
“Saya sambut baik. Saya bilang kepada mereka, sabar dulu, saya lihat dulu dan saya pastikan dulu. Semua orang berharap ada perubahan, tetapi semua tetap harus melalui mekanisme yang ada. Kalau proses review sudah selesai, baru bisa saya sampaikan dengan jelas.” ujarnya.
Menurutnya, setiap aspirasi akan tetap ditampung dan dikaji berdasarkan kebutuhan program, ketersediaan kegiatan, mekanisme administrasi, serta proses seleksi sesuai ketentuan.
Prinsip tersebut dinilai penting agar keterlibatan masyarakat maupun dunia usaha dapat berjalan secara sehat dan transparan, sekaligus tidak mengganggu tata kelola pelayanan publik.
“Saya siap tampung semua aspirasi masyarakat. Delapan jam di kantor ini saya tidak ke mana-mana. Saya tidak bisa menghindar dari masyarakat; nanti kita akan terus bertemu. Yang penting, semua masuk melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.”
Benahi Internal Dinas Kesehatan
Sejak hari pertama bertugas, Marselino menegaskan fokus awalnya adalah membenahi birokrasi internal, menata kembali sistem manajemen, serta memperjelas pembagian kerja di lingkungan Dinas Kesehatan.
Ia menilai penataan internal harus dilakukan terlebih dahulu agar setiap bidang dapat berjalan sesuai fungsi, kegiatan tidak tumpang tindih, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih terarah.
“Yang pertama saya lakukan adalah membenahi kantor dulu. Sistem manajemen harus saya rapikan dan saya kembalikan pada jalurnya. Saya ingin mengembalikan roh Dinas Kesehatan terlebih dahulu, setelah itu baru kita bergerak lebih kuat keluar untuk menjawab isu-isu kesehatan masyarakat.”
Ia memperkirakan proses penataan internal tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Dalam masa tersebut, koordinasi antarbagian akan diperkuat untuk memastikan setiap program berjalan berdasarkan tugas, fungsi, dan perencanaan yang terukur.
Malaria, Kabut Asap, Stunting dan TB Jadi Perhatian
Selain pembenahan birokrasi, Marselino menyebut sejumlah isu kesehatan yang menjadi perhatian awalnya, di antaranya malaria, dampak kabut asap, stunting, dan tuberkulosis (TB).
Malaria menjadi salah satu perhatian utama karena beban kasus di Mimika masih tinggi. Sementara dampak kabut asap yang masih dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian, termasuk kemungkinan penguatan pembagian masker.
Program penanganan stunting dan TB juga dinilai tetap membutuhkan perhatian dan penguatan.
Menurut Marselino, pelayanan kesehatan masih memiliki ruang yang besar untuk diperbaiki. Karena itu, pembenahan sistem internal menjadi fondasi penting agar program kesehatan dapat berjalan lebih maksimal dan respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat menjadi lebih cepat.
Buka Ruang Dialog, Tetap Jaga Akuntabilitas
Marselino juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi dengan pengusaha, tokoh masyarakat maupun warga yang ingin menyampaikan kebutuhan dan usulan.
Namun, seluruh aspirasi tersebut harus ditempatkan dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Silakan datang, kita bicara. Saya akan dengar dan saya tampung. Tetapi saya juga harus memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Saya ingin perubahan itu benar-benar terasa, bukan hanya cepat tetapi juga benar secara administrasi dan bisa dipertanggungjawabkan.”
Dengan pendekatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dengan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus tetap menjaga prinsip akuntabilitas, mekanisme seleksi, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.(**)


















































Discussion about this post