TIMIKA – jurnalpapua id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Kebencanaan di Kampung Ipaya, Distrik Amar, Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar penguatan pemahaman masyarakat dalam mengenali dan mengurangi risiko bencana, terutama di wilayah pesisir.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Data Akurat, Informasi Cepat, Keputusan Tepat untuk Pengurangan Risiko Bencana” dengan pesan “Tangguh Hari Ini, Aman Esok Hari. Bersama Kita Bisa Kurangi Risiko.”
Plt. Kepala Distrik Amar, Buce Jalmaf, mengapresiasi langkah BPBD Mimika yang memilih wilayahnya sebagai lokasi kegiatan. Menurut dia, pengetahuan tentang kebencanaan penting bagi masyarakat Amar yang sebagian besar hidup di kawasan pesisir.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BPBD Mimika karena telah memberikan pengetahuan yang dinilai dapat membantu warga memahami potensi ancaman bencana dan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
“Ilmu yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya masyarakat di wilayah pesisir,” kata Buce.
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Mimika, Tomas Bauw. Ia menjelaskan pemahaman masyarakat terhadap informasi kebencanaan menjadi salah satu unsur penting dalam mengurangi risiko bencana.
Menurut Tomas, informasi yang cepat dan akurat diperlukan agar masyarakat maupun pemerintah dapat menentukan tindakan secara tepat. Informasi dari masyarakat di tingkat kampung juga dapat menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah memantau kondisi wilayah dan merespons kejadian bencana.
Materi kegiatan disampaikan oleh Lefianus Siahaya. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi kebencanaan serta pentingnya penyampaian informasi dari lapangan secara cepat dan tepat.
Lanjut disampaikan, bahwa penguatan sistem informasi kebencanaan menjadi relevan bagi Mimika karena daerah ini memiliki berbagai potensi ancaman bencana. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024 yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Mimika berada dalam kategori risiko sedang dengan nilai indeks 138,80.
Kondisi geografis Mimika yang memiliki wilayah pesisir, sungai dan kawasan dengan akses transportasi terbatas membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana.
Bagi masyarakat di wilayah pesisir seperti Amar, informasi mengenai kondisi lingkungan dan potensi ancaman bencana menjadi penting untuk mendukung pengambilan keputusan. Kecepatan informasi dapat menentukan seberapa cepat warga melakukan tindakan perlindungan diri maupun evakuasi.
Karena itu, BPBD Mimika mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi ketika bencana terjadi. Warga di tingkat kampung diharapkan mampu mengenali potensi bahaya, menyampaikan informasi kejadian, serta memahami langkah awal yang perlu dilakukan sebelum bantuan tiba.
Sistem informasi kebencanaan juga menjadi bagian dari upaya membangun respons penanggulangan bencana yang berbasis data. Semakin cepat informasi dari lapangan diterima, semakin besar peluang pemerintah mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Melalui kegiatan di Kampung Ipaya, BPBD Mimika berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kesiapsiagaan, menurut BPBD, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat kampung.







































Discussion about this post