TIMIKA, jurnalpapua.id
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak para alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) untuk tidak berhenti pada ikatan persaudaraan dan nostalgia, tetapi membangun jejaring yang kuat serta mengambil peran nyata sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Tanah Papua.
Ajakan tersebut disampaikan Johannes Rettob saat menghadiri Temu Alumni ke-V Yayasan Binterbusih se-Tanah Papua yang dirangkaikan dengan bedah buku di Timika, Jumat (4/9/2026).
Menurut Rettob, perjalanan panjang Binterbusih telah menghasilkan banyak sumber daya manusia Papua yang kini berkarya di berbagai bidang. Para alumninya tersebar di pemerintahan, politik, dunia usaha, lembaga keagamaan, adat hingga berbagai profesi strategis lainnya.
Kekuatan sumber daya manusia tersebut, kata dia, harus dihimpun menjadi energi bersama untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan Papua.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Rettob, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.
Ia berharap alumni Binterbusih yang memiliki pengalaman, keahlian dan jejaring luas dapat mengambil bagian sesuai profesi dan kapasitas masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah, alumni, masyarakat dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan.
Rettob juga mengingatkan agar temu alumni tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi antarsesama lulusan. Pertemuan tersebut diharapkan melahirkan gagasan, program serta langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia Papua.
Sekitar 600 Alumni Tersebar di Enam Provinsi
Direktur Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, menjelaskan Temu Alumni ke-V juga dirangkaikan dengan bedah buku karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo, sekaligus ibadah syukur atas 50 tahun pengabdiannya dalam mendampingi dan membina generasi muda Papua.
Sementara Ketua Panitia, Nenu Tabuni, mengatakan kegiatan tahun ini dipusatkan di Provinsi Papua Tengah dengan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak sebagai tuan rumah.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk organisasi alumni Binterbusih yang lebih terstruktur, mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten.
Saat ini, diperkirakan sekitar 600 alumni Binterbusih tersebar di enam provinsi di Tanah Papua. Mereka mengisi beragam posisi, mulai dari kepala daerah, pejabat pemerintahan, politisi, anggota legislatif, pengusaha hingga pemimpin lembaga agama dan adat.
Dengan potensi tersebut, organisasi alumni diharapkan mampu menjadi wadah konsolidasi sekaligus menjembatani berbagai pemikiran dan program untuk mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua.
Temu Alumni ke-V pun diharapkan menjadi titik baru bagi alumni Binterbusih untuk memperkuat persatuan dan mengubah jejaring yang telah terbentuk selama puluhan tahun menjadi kekuatan kolaboratif untuk membangun Papua yang lebih maju dan mandiri.(**)









































Discussion about this post