TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar seminar kesehatan reproduksi dengan mengangkat tema “Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan dan Mencegah Kematian Ibu dan Bayi” di Aula Distrik Kuala Kencana, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan tokoh masyarakat di Distrik Kuala Kencana. Seminar bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, terutama dalam mengenali faktor risiko kehamilan serta pentingnya deteksi dini dan penanganan yang cepat.
Narasumber pertama, dr. Leonard Pardede, Sp.OG., Subsp. Obginsos (K), memberikan pemahaman dasar mengenai kesehatan reproduksi dan berbagai risiko yang dapat muncul selama kehamilan.
Para peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait persoalan kesehatan reproduksi dan kejadian yang ditemukan di tengah masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan kader dan tokoh masyarakat dalam mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian maupun rujukan ke fasilitas kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, kader Posyandu juga ditekankan memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
“Kalian (kader Posyandu) adalah agen perubahan dalam mempersiapkan generasi emas Mimika di masa mendatang. Mempersiapkan generasi emas adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus bekerja sama untuk mewujudkan hal itu,” pesan narasumber dalam kegiatan tersebut.
Narasumber kedua, Carolina Haetubun, S.Tr.Keb., Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, membawakan materi mengenai peran tokoh masyarakat dalam kesehatan reproduksi di Mimika.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak. Tokoh masyarakat dan kader dapat membantu menyampaikan informasi yang benar, mendorong keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta ikut mengenali tanda-tanda risiko pada ibu hamil.
Upaya tersebut sejalan dengan program kesehatan Kabupaten Mimika yang terus mendorong deteksi dini dan pemantauan ibu hamil. Salah satu inovasi pelayanan kesehatan di Mimika, misalnya, menekankan pendataan ibu hamil, pemantauan kehamilan, deteksi faktor risiko, hingga percepatan rujukan ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dinkes Mimika juga menempatkan Posyandu dan kader sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui pemantauan dan edukasi yang dilakukan secara rutin, risiko kehamilan maupun masalah kesehatan ibu dan anak diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Seminar ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi penguatan kapasitas kader dan tokoh masyarakat agar mampu berperan aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi, mendampingi keluarga, serta mendorong ibu hamil mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis sesuai kebutuhan.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh masyarakat dan keluarga, upaya menciptakan ibu dan bayi yang sehat sekaligus mempersiapkan generasi emas Mimika di masa mendatang dapat dilakukan secara lebih kuat dan berkelanjutan.(**)






































Discussion about this post