TIMIKA, jurnalpapua.id
Sekitar 200 personel gabungan Polres Mimika dan Satuan Brimob Polda Papua Tengah disiagakan untuk mengamankan rencana aksi demonstrasi di Kantor DPRK Mimika, Senin (31/8/2026).
Pengamanan diperketat menyusul rencana aksi warga asal Wamena bersama Aliansi Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan menyampaikan tuntutan terkait penanganan sejumlah kasus kriminalitas di Mimika.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah tewasnya dua siswa SMK Negeri 1 Kuala Kencana yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah bengkel di kawasan SP-3, Minggu (30/8/2026).
Sejak pagi, Polres Mimika menggelar apel gabungan kesiapsiagaan di halaman Gedung DPRK Mimika. Apel dipimpin Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong, S.H.
Limbong mengatakan, polisi telah memperoleh informasi mengenai rencana penyampaian aspirasi tersebut sehingga pengamanan disiapkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
“Informasi yang kami terima akan ada demo dari warga Wamena dan aliansi kemanusiaan. Makanya pagi ini kami gelar apel gabungan dan siap mengawal,” ujar Limbong seusai apel.
Menurut dia, kepolisian menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat dan menuntut keadilan. Namun, aparat tetap melakukan pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan maupun tindakan yang berpotensi mengarah pada kericuhan.
“Kami sangat menghargai aksi yang akan dilakukan karena itu hak untuk menyuarakan keadilan. Namun, kami tetap melakukan pengawalan demi keamanan bersama,” katanya.
200 Personel Dikerahkan
Dalam pengamanan tersebut, Polres Mimika mendapat dukungan personel Brimob Polda Papua Tengah. Total sekitar 200 personel gabungan dikerahkan.
Aparat ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap strategis, terutama di sekitar Gedung DPRK Mimika serta ruas jalan yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan massa.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun ketertiban umum.
Sejak sekitar pukul 09.00 WIT, massa dilaporkan mulai berkumpul di sejumlah titik, di antaranya kawasan SP-2 dan Kelurahan Timika Indah.
Hingga Senin pagi, situasi masih terpantau terkendali. Aparat tetap bersiaga sambil memantau pergerakan massa menuju lokasi penyampaian aspirasi.
Rencana demonstrasi tersebut berlangsung sehari setelah dua siswa yang sedang menjalani PKL ditemukan tewas di sebuah bengkel di kawasan SP-3. Peristiwa itu memicu keprihatinan sekaligus desakan agar aparat segera mengungkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat di Timika.(**)







































Discussion about this post