TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah mulai mengembangkan delapan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini diharapkan tidak hanya menyediakan infrastruktur bagi nelayan, tetapi juga membangun rantai ekonomi perikanan dari tempat pendaratan hingga penyimpanan dan pemasaran hasil tangkapan.
Pembangunan KNMP merupakan program strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari 19 lokasi yang sebelumnya diusulkan di Mimika, delapan kampung dinyatakan memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin, mengatakan delapan lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah pesisir.
Kampung-kampung itu adalah Pomako di Distrik Mimika Timur, Kiyura di Distrik Mimika Barat, Atuka di Distrik Mimika Tengah, Amar dan Ipiri di Distrik Amar, Pronggo dan Mupuruka di Distrik Mimika Barat Tengah, serta Potowayburu di Distrik Mimika Barat Jauh.
Dari delapan lokasi tersebut, tiga kampung ditetapkan sebagai KNMP hub atau pusat, yakni Pomako, Ipiri, dan Potowayburu. Sementara lima kampung lainnya berfungsi sebagai kawasan penyangga.
Konsep tersebut memungkinkan hasil tangkapan dari kampung-kampung penyangga dikumpulkan dan ditangani melalui KNMP pusat sebelum dipasarkan.
“Dari KNMP penyangga nanti hasilnya mereka akan menampung di KNMP hub,” kata Clemens.
Dilengkapi Cold Storage hingga Pabrik Es
KNMP pusat akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, mulai dari tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, gudang beku portabel berkapasitas 20 ton, hingga pabrik es portabel berkapasitas tiga ton.
Selain itu, pemerintah menyiapkan sentra kuliner, kios perbekalan nelayan, fasilitas docking dan bengkel perahu, kantor pengelola, menara dan penampungan air, rumah genset, penerangan kawasan, akses jalan, gapura, hingga instalasi pengolahan air limbah.
Sementara di KNMP penyangga akan dibangun fasilitas dengan skala lebih kecil, seperti tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, gudang es portabel, kios perbekalan, sentra kuliner, rumah genset, sumur bor, penampungan air, penerangan, dan akses jalan.
Pembangunan fisik program tersebut dibiayai dan dilaksanakan pemerintah pusat melalui KKP, sedangkan pemerintah daerah berperan menyiapkan lahan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebelumnya memastikan persoalan lahan untuk lokasi KNMP di Mimika dan Nabire telah diselesaikan dan diserahkan kepada pemerintah pusat.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjawab persoalan klasik yang dihadapi nelayan pesisir, terutama keterbatasan tempat penyimpanan ikan, kebutuhan es, sarana pendaratan, hingga rantai pemasaran.
Dengan tersedianya gudang pendingin dan fasilitas pendukung lainnya, hasil tangkapan nelayan dapat dipertahankan kualitasnya lebih lama sehingga memiliki nilai jual lebih baik.
Mimika Dapat Delapan dari 14 KNMP Papua Tengah
Secara keseluruhan, KKP menyetujui pembangunan 14 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Tengah pada 2026. Sebanyak delapan lokasi berada di Kabupaten Mimika dan enam lainnya di Kabupaten Nabire.
Program KNMP diarahkan untuk mengubah kawasan pesisir menjadi pusat kegiatan perikanan yang lebih modern dan terintegrasi. Pemerintah berharap pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi ikut meningkatkan produktivitas, membuka aktivitas ekonomi baru, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat nelayan.
Bagi Mimika yang memiliki wilayah pesisir luas dan potensi perikanan besar, keberadaan delapan KNMP tersebut diharapkan menjadi penghubung antara hasil laut dari kampung-kampung pesisir dengan pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, ikan yang dibawa nelayan dari laut tidak lagi hanya berhenti di tempat pendaratan, tetapi masuk ke dalam rantai penyimpanan, pengolahan, dan pemasaran yang memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakat pesisir.(**)










































Discussion about this post