TIMIKA – jurnalpapua.id
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel Brimob sebagai Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Polres Puncak menyusul aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Selasa (11/8/2026) malam.
Pengiriman pasukan tambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat pengamanan sekaligus mencegah situasi keamanan di wilayah Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, berkembang lebih luas.
Aksi anarkis itu diduga dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pembagian Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I tahun 2026.
“Untuk Kabupaten Puncak, seperti rekan-rekan ketahui, semalam terjadi ketidakpuasan terhadap pembagian dana kampung. Kami sudah melakukan langkah-langkah termasuk mengirimkan satu SST personel Brimob untuk memperkuat Polres Puncak,” kata Brigjen Pol. Jermias Rontini saat ditemui awak media di Mako Brimob B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah fasilitas pemerintahan menjadi sasaran amukan massa. Di antaranya Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kantor Dinas Sosial (Dinsos), serta Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Menurut Rontini, persoalan tersebut tidak terlepas dari tersendatnya distribusi dana kampung yang dibutuhkan untuk membiayai pembangunan di tingkat kampung.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Puncak, khususnya Bupati, segera membangun komunikasi intensif dengan para kepala kampung agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dan tidak kembali memicu konflik.
“Saya berharap Pemda, khususnya Bupati, membangun komunikasi biar dana itu yang dibutuhkan oleh kepala kampung untuk membangun kampungnya. Komunikasi yang baik dengan kepala kampung. Kami siap mengamankan,” tegasnya.
Selain memperkuat jajaran Polres Puncak, Kapolda juga telah berkoordinasi dengan Komandan Korem (Danrem). Menurutnya, Danrem telah bergerak menuju Puncak untuk memantau langsung kondisi keamanan di lapangan.
“Saya sudah komunikasi juga dengan Danrem. Danrem hari ini sudah naik. Saya mungkin menyusul, kalau enggak hari ini, besok melihat cuaca,” ujarnya.
Penyidikan Pembakaran
Di sisi penegakan hukum, Rontini memastikan aksi pembakaran tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.
Ia bahkan berencana membawa tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah ke Puncak untuk membantu proses penyidikan.
“Besok saya naik bawa tim penyidik dari Polda, dari Ditreskrimum dan ada beberapa penyidik dari Ditreskrimsus yang kita backup-kan untuk melakukan penyelidikan. Minimal kita olah TKP, kemudian kita kumpulkan data-data dan bukti-bukti untuk kita lakukan penyelidikan lanjutan,” jelasnya.
Kapolda menegaskan, langkah tersebut penting untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran serta memastikan proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.
Sementara itu, kondisi keamanan di Ilaga dilaporkan telah kembali kondusif. Kapolres Puncak telah diperintahkan untuk terus meningkatkan pengamanan sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan untuk meredam situasi dan mencegah terulangnya aksi anarkis yang dapat mengganggu pelayanan pemerintahan serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Puncak.(**)







































Discussion about this post